Jumat, 05 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Kasih Membawa Manusia ke Kerajaan Allah

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Di tengah dinamika kehidupan yang semakin diwarnai berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan, pesan tentang kasih kembali ditegaskan sebagai fondasi utama kehidupan beriman.

Pada Kamis (4/6/2026), Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengajak umat untuk memaknai kasih bukan sekadar sebagai ajaran yang dihafal atau slogan yang dikagumi, melainkan sebagai spiritualitas yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Merenungkan Injil Markus 12:28b-34, Pastor Pius menegaskan bahwa kasih merupakan perintah utama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang pengikut Kristus.
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati; kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri,” ujar Pastor Pius Heljanan MSC mengutip pesan Injil.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Wowonda Tinjau Lahan Jagung Gagal Panen Milik Petani

Menurutnya, Yesus menempatkan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama sebagai satu kesatuan yang utuh. Relasi vertikal dengan Tuhan dan relasi horizontal dengan sesama tidak dapat dipertentangkan ataupun dipisahkan.

“Saudaraku, bagi Yesus, mengasihi itu perintah yang wajib dilaksanakan. Secara vertikal kepada Tuhan dan secara horizontal kepada sesama, keduanya tidak dapat dipisahkan,” kata Pastor Pius.

Ia menjelaskan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada ritual keagamaan semata. Kasih harus menjadi napas kehidupan yang tampak dalam tindakan nyata, kepedulian, pengorbanan, dan perhatian kepada sesama.
“Mengasihi tidak sekadar ritualitas, tetapi menjadi spiritualitas; bukan slogan yang dikagumi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan,” tuturnya.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Saumlaki Utara Perkuat Kemitraan dengan Warga

Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa secara manusiawi seseorang cenderung mengasihi mereka yang dekat, seperti keluarga, sahabat, atau orang-orang yang berbuat baik kepadanya. Namun ajaran Kristus melampaui batas-batas tersebut.

Menurutnya, kasih yang diajarkan Yesus merupakan panggilan ilahi yang menghendaki manusia mengasihi tanpa syarat dan tanpa batas. “Semua orang pantas dikasihi, termasuk musuh. Inilah kasih yang diajarkan Yesus kepada kita,” ungkapnya.

Lebih jauh, Pastor Pius menegaskan bahwa ukuran kedekatan seseorang dengan Kerajaan Allah tidak ditentukan oleh banyaknya kata-kata yang diucapkan atau simbol-simbol keagamaan yang ditampilkan, melainkan oleh kesungguhan dalam menghidupi kasih yang berbuah dalam tindakan nyata.

“Orang yang mengasihi dengan tulus, yang kasihnya berbuah dalam tindakan, tidak sekadar tidak jauh dari Kerajaan Allah, tetapi sesungguhnya telah berada dalam Kerajaan Allah,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kasih bukanlah konsep abstrak yang berhenti pada pemahaman intelektual. Kasih adalah panggilan hidup yang harus diwujudkan setiap hari, dalam keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, bahkan kepada mereka yang berbeda pandangan sekalipun.

Di akhir refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, peduli, dan melayani sesama sebagai wujud nyata kehadiran Kerajaan Allah di tengah kehidupan. “Rajinlah berbuat kasih,” pesannya.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini