Senin, 22 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Jadilah Hakim yang Bijaksana, Mulailah Mengoreksi Diri

 

Oleh: joko

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Senin, 22 Juni 2026 – Di tengah dinamika kehidupan yang kerap diwarnai kecenderungan saling menghakimi, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengajak umat untuk lebih mengedepankan kejujuran dan kerendahan hati dengan terlebih dahulu melakukan introspeksi diri sebelum menilai kesalahan orang lain.

Baca juga: GBI Milos Saumlaki: Kemuliaan Sejati Lahir dari Karakter Kristus

Dalam renungan pagi yang berlandaskan Injil Matius 7:1–5, Pastor Pius menegaskan bahwa Yesus tidak melarang umat-Nya untuk saling menasihati. Sebaliknya, teguran yang lahir dari kasih merupakan bagian dari tanggung jawab iman demi mengembalikan sesama kepada jalan yang benar. Namun, sikap menghakimi dengan merasa diri paling benar justru bertentangan dengan semangat Injil.
“Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri,” demikian pesan Yesus yang menjadi pokok permenungan Pastor Pius Heljanan MSC.

Menurutnya, setiap orang dipanggil menjadi pribadi yang bijaksana ketika melihat kesalahan sesama. Menegur merupakan tindakan yang baik apabila dilakukan dengan kasih, kerendahan hati, dan bertujuan membangun, bukan mencela atau merendahkan martabat orang lain.

Introspeksi Menjadi Langkah Pertama
Pastor Pius menjelaskan bahwa sebelum mengoreksi kehidupan orang lain, setiap pribadi hendaknya terlebih dahulu memeriksa dirinya sendiri. Sikap introspektif menjadi fondasi agar seseorang tidak terjebak dalam kemunafikan maupun kesombongan rohani.

Baca juga: Pastor Pius Heljanan MSC: Jangan Takut, Tuhan Melindungi Pewarta Kabar Gembira

“Sebelum mengoreksi cara hidup sesama, terlebih dahulu kita introspeksi diri dengan membereskan kesalahan kita,” ungkap Pastor Pius sesuai renungan yang disampaikannya.

Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali sangat peka melihat kesalahan kecil yang dilakukan orang lain, tetapi justru menutup mata terhadap kekeliruan besar dalam dirinya sendiri.

Standar yang Sama bagi Diri Sendiri
Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa ukuran atau standar yang digunakan untuk menilai sesama pada akhirnya akan berlaku pula bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, umat diajak untuk tidak mudah menghakimi, melainkan membangun kehidupan yang dilandasi kejujuran, kasih, dan kerendahan hati.
Menurutnya, kehidupan beriman yang dewasa bukan ditunjukkan melalui kemampuan mencari kesalahan orang lain, melainkan melalui keberanian mengakui kelemahan diri dan terus memperbaiki hidup di hadapan Tuhan.

“Terkadang kita sangat peka melihat kesalahan kecil sesama, tetapi buta terhadap kesalahan fatal diri sendiri,” tutur Pastor Pius.

Membangun Budaya Kasih dan Kerendahan Hati
Pastor Pius mengajak umat menjadikan pesan Injil sebagai pedoman dalam membangun relasi dengan sesama. Ia menekankan pentingnya membuang kemunafikan, bersikap jujur terhadap diri sendiri, serta senantiasa bercermin sebelum memberikan penilaian kepada orang lain.

“Jadilah pribadi yang jujur dan rendah hati; buanglah kemunafikan. Bercerminlah dahulu sebelum meminta sesama merias diri pada cerminnya,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.

Melalui permenungan yang bersumber dari Matius 7:1–5, Pastor Pius mengajak umat menjadikan introspeksi sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih bijaksana.

Dengan memperbaiki diri terlebih dahulu, setiap orang akan lebih mampu menasihati sesama dengan kasih, menghadirkan damai, serta mencerminkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori:
Tags:

Terkini