Senin, 19 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

BIAK NUMFOR LEPAS DUTA IMAN PESPARANI II PAPUA 2026, BUKAN MENGEJAR JUARA, MELAINKAN MERAWAT PERSAUDARAAN

BIAK NUMFOR, SUARA ANAK NEGERI NEWS — 18 Oktober 2026| Di antara doa yang terucap dan nyanyian yang dipersiapkan, ada harapan yang mengiringi langkah para duta iman dari Kabupaten Biak Numfor. Mereka tidak saja membawa suara menuju panggung perlombaan, tetapi juga membawa nama daerah, semangat pelayanan, dan kerinduan untuk memuliakan Tuhan melalui harmoni suara.

Semangat itu mengemuka dalam acara pelepasan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Kabupaten Biak Numfor untuk mengikuti Pesparani II tingkat Provinsi Papua Tahun 2026, yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Hotel Swiss-Bel, Jalan Imam Bonjol, Biak.

Baca juga: Wakil Gubernur Papua, Resmi Membuka Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Dua Festival Internasional dalam Setahun, Menandai Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Biak Numfor

Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta serta memberikan apresiasi kepada para pelatih, pengurus, panitia, tokoh agama, dan semua pihak yang telah bekerja mempersiapkan keikutsertaan kontingen.

Menurut Bupati, persiapan kegiatan tersebut telah melalui penantian dan penundaan dari rencana sebelumnya. Karena itu, kesempatan untuk berpartisipasi dalam Pesparani tahun ini patut disyukuri sebagai momentum memperkuat iman dan persaudaraan.

Bukan Hanya Piala, tetapi Tanggung Jawab Moral

Baca juga: PETA AGAMA DUNIA 2026: Islam Tumbuh Paling Cepat, Bagaimana Komposisinya pada 2036?

Dengan gaya bicara yang akrab dan diselingi humor, Bupati mengungkapkan optimismenya terhadap kesiapan kontingen Biak Numfor. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pesparani tidak semata-mata diukur dari jumlah piala atau gelar juara yang berhasil diraih.

Lebih penting daripada itu adalah tanggung jawab moral Kabupaten Biak Numfor sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tingkat Provinsi Papua tersebut.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.

Ia berharap masyarakat Biak Numfor dapat menunjukkan karakter sebagai pribadi yang santun, bermartabat, dan penuh kasih. Keramahan, menurut pesan yang disampaikannya, merupakan bagian penting dari kehormatan daerah yang harus dijaga bersama.

Pesan itu mengandung makna mendalam. Sebab, kemenangan dalam sebuah perlombaan mungkin tercatat dalam piagam dan penghargaan, tetapi ketulusan dalam menyambut tamu akan tinggal lebih lama dalam ingatan.

Apresiasi bagi Panitia dan Pelatih

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para pimpinan organisasi terkait, para pelayan Tuhan, pengurus, dan panitia yang telah mengambil bagian dalam persiapan kontingen.

Ia mengajak seluruh hadirin memberikan apresiasi atas kerja keras mereka. Di balik penampilan paduan suara yang harmonis, terdapat latihan, kedisiplinan, pengorbanan waktu, dan kerja sama yang tidak selalu terlihat oleh publik.

Dalam paduan suara, setiap orang memiliki peran. Tidak ada suara yang berdiri sendiri, karena keindahan lahir ketika setiap penyanyi mampu menyelaraskan diri dengan suara lainnya.

Nilai itulah yang juga diharapkan tumbuh dalam kehidupan masyarakat: saling menghargai, bekerja bersama, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Pemerintah Siap Berkoordinasi

Dalam sambutannya, Bupati turut menyinggung kondisi keuangan yang dihadapi pemerintah pusat maupun daerah. Keterbatasan anggaran menuntut pengelolaan sumber daya secara cermat dan bertanggung jawab.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka ruang koordinasi untuk membahas kebutuhan penyelenggaraan Pesparani. Bupati mempersilakan pimpinan dan panitia menyampaikan kebutuhan yang diperlukan agar dapat dibicarakan bersama sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, panitia, tokoh agama, dan masyarakat dapat memastikan kegiatan berlangsung sukses.

Ketika Nyanyian Menjadi Doa

Pesparani bukan saja panggung untuk menguji kemampuan vokal. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menghayati iman, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Bagi kontingen Biak Numfor, panggung Pesparani merupakan kesempatan untuk mempersembahkan kemampuan terbaik. Bagi masyarakat sebagai tuan rumah, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan keramahan dan kualitas pelayanan.

Pada akhirnya, sebuah piala mungkin akan tersimpan di lemari penghargaan. Namun, ketulusan, persaudaraan, dan kasih akan terus hidup dalam ingatan.

Selamat berjuang, kontingen Pesparani Kabupaten Biak Numfor. Bernyanyilah dengan iman, bertandinglah dengan martabat, dan jadikan persaudaraan sebagai kemenangan yang melampaui segala perlombaan.

 

Kategori:
Tags:

Terkini