Oleh: joko
www.suaraanaknegeri.com | Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Kamis, 16 Juli 2026 – Pelaksanaan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026), diawali dengan suasana penuh khidmat melalui doa bersama lintas agama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Haji Tamsil Herman, didampingi tokoh agama Katolik dan Protestan.
Momentum tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan nasional tidak hanya dimulai dengan kesiapan teknis dan investasi besar, tetapi juga diawali dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Bahlil Akhiri Penantian 28 Tahun, LNG Abadi Masela Resmi Masuk Tahap Pembangunan

Doa Memohon Perlindungan dan Kelancaran Proyek
Usai lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh tamu undangan, pejabat pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan perusahaan, hingga masyarakat yang hadir menundukkan kepala mengikuti doa bersama.
Dalam doanya, Haji Tamsil Herman memohon agar seluruh tahapan pembangunan proyek berjalan aman, lancar, serta membawa manfaat bagi bangsa dan masyarakat.
“Ya Tuhan Yang Maha Esa, dengan segala kerendahan hati kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat-Mu atas limpahan rahmat dan karunia-Mu sehingga pada hari ini kami dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk menghadiri acara ini. Kami memohon perlindungan, kekuatan, semangat kebersamaan, serta keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek ini,” doa Haji Tamsil Herman.
Ia juga memohon agar Tuhan memberikan kesehatan, keselamatan, serta menjauhkan seluruh pelaksanaan pembangunan dari berbagai hambatan dan marabahaya.
“Semoga setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan aman, lancar, sukses, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.

Simbol Persatuan dalam Proyek Nasional
Doa lintas agama tersebut menjadi gambaran nyata semangat toleransi yang selama ini terpelihara di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kehadiran tokoh Islam, Katolik, dan Protestan secara bersama-sama dalam prosesi pembukaan memperlihatkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan nasional dengan tetap menjaga nilai persaudaraan, keberagaman, dan kerukunan.

Presiden Resmikan Groundbreaking Secara Virtual
Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela selanjutnya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Jakarta.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar akibat agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.
Presiden menegaskan bahwa proyek LNG Abadi merupakan salah satu proyek energi terbesar Indonesia yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade.
“Proyek strategis nasional Abadi Masela merupakan proyek yang sungguh sangat penting. Hampir tiga dekade kita menunggu, dan hari ini pembangunan akhirnya dimulai. Pembangunan tidak boleh terhambat dan harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Presiden Prabowo.

Takayuki Ueda: Keberhasilan Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
CEO INPEX Masela Ltd., Takayuki Ueda, menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak semata-mata dinilai dari aspek teknis maupun investasi, melainkan dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.
“Keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari aspek pembangunan, tetapi juga sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Takayuki Ueda.
Menurutnya, proyek dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja selama masa konstruksi serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur.
INPEX juga menargetkan keterlibatan tenaga kerja lokal sedikitnya 30 persen sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menteri ESDM Pastikan Prioritas bagi Masyarakat Lokal
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan investasi besar tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Tanimbar.
Ia menekankan bahwa masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan, baik melalui kesempatan kerja maupun keterlibatan pelaku usaha daerah.
“Investasi masuk itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tempat investasi itu berada,” tegas Bahlil.
Menurutnya, pemerintah juga akan mengutamakan putra-putri daerah dalam penyerapan tenaga kerja serta mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam berbagai pekerjaan yang tersedia selama pembangunan berlangsung.

Pengamanan Maksimal oleh TNI-Polri
Seluruh rangkaian groundbreaking berlangsung dalam pengamanan ketat aparat TNI dan Polri.
Pengamanan dilakukan mulai dari kedatangan tamu VIP di Bandara Mathilda Batlayeri, pengawalan menuju lokasi proyek, sterilisasi area groundbreaking, hingga pengamanan hotel, vila, dan jalur yang dilalui rombongan.
Situasi keamanan selama pelaksanaan kegiatan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh agenda dapat terlaksana sesuai jadwal. Groundbreaking LNG Abadi Masela menjadi tonggak baru pembangunan sektor energi nasional.
Di balik nilai investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah, doa lintas agama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada teknologi dan modal, tetapi juga pada persatuan, kebersamaan, dan harapan seluruh anak bangsa agar manfaat proyek benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku.





