Oleh: joko
BRI Naik Panggung Global, Masuk 132 Bank Terbesar Dunia
suaraanaknegeri.com | Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan kinerjanya. Di tengah dinamika industri keuangan global yang terus bergerak, bank yang dikenal memiliki akar kuat dalam pembiayaan sektor mikro dan usaha kecil itu kini semakin mengukuhkan eksistensinya di panggung perbankan internasional.
Pengakuan tersebut tercermin dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan The Banker. Dalam daftar yang menjadi salah satu rujukan penting industri perbankan global itu, BRI menempati peringkat ke-132 secara global.
Baca juga: Kedaulatan Keret Menjadi Dasar Sah Pelepasan Hak Ulayat untuk Pembangunan Bandar Antariksa Biak
Posisi tersebut menempatkan BRI dalam jajaran bank-bank besar dunia. Nama BRI kini berada dalam satu lanskap pemeringkatan dengan sejumlah institusi keuangan raksasa seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup.
Bagi BRI, pencapaian ini bukan semata-mata tentang angka peringkat. Lebih jauh, posisi tersebut menjadi gambaran atas kemampuan perseroan mempertahankan fundamental keuangan dan kekuatan permodalan di tengah perubahan ekonomi global yang penuh tantangan.
Fundamental Keuangan Menjadi Fondasi
Pemeringkatan Top 1000 World Banks sendiri telah menjadi salah satu tolok ukur penting dalam industri perbankan dunia sejak pertama kali disusun pada 1970. Karena itu, masuknya BRI dalam daftar tersebut menjadi penanda tersendiri bagi perjalanan transformasi perseroan dalam memperkuat daya saing di tingkat internasional.
Baca juga: Pastor Pius Heljanan, MSC: Bukalah Hati dan Bersyukurlah
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat dan berkelanjutan.
“Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kekuatan permodalan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan BRI. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perbankan dituntut tidak hanya mampu mencatat pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas aset dan ketahanan fundamental.
Menengok Angka di Balik Peringkat Global
Berdasarkan data yang tercantum dalam Top 1000 World Banks per Desember 2025, Tier 1 Capital BRI tercatat sebesar US$17,9 miliar, sementara total aset perseroan mencapai US$127,2 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak BRI tercatat sebesar US$4,3 miliar. Adapun kinerja lainnya tercermin dari Capital Assets Ratio sebesar 14,1 persen, Return on Capital sebesar 18,9 persen, dan Return on Assets sebesar 2,68 persen.
Angka-angka tersebut menjadi bagian dari fondasi yang menopang posisi BRI dalam pemeringkatan bank-bank dunia. Bagi perseroan, kekuatan finansial bukan sekadar indikator kinerja, melainkan modal untuk menjaga fungsi intermediasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
BRIvolution Reignite dan Transformasi Berkelanjutan
Di balik capaian tersebut, Hery menjelaskan bahwa penguatan fundamental BRI tidak terlepas dari konsistensi perseroan menjalankan transformasi BRIvolution Reignite.
Transformasi tersebut mengusung semangat perubahan dengan tetap bertumpu pada kekuatan yang telah dimiliki perseroan. Fondasi itu kemudian diarahkan untuk membangun BRI yang semakin inklusif, adaptif, modern, dan berkelanjutan.
Transformasi menjadi penting ketika industri perbankan menghadapi perubahan perilaku nasabah, percepatan teknologi digital, serta tuntutan terhadap layanan keuangan yang semakin mudah diakses. Dalam konteks tersebut, kekuatan fundamental dan kemampuan beradaptasi menjadi dua sisi yang saling melengkapi.
“Kekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kami optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi,” ujar Hery.
Menjaga Pertumbuhan di Tengah Perubahan
Bagi BRI, capaian di tingkat global menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperkuat posisi sebagai institusi keuangan yang tidak hanya besar dari sisi skala, tetapi juga mampu menjaga kesehatan bisnis dan relevansi layanan.
Pengakuan dalam Top 1000 World Banks 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi perbankan Indonesia memiliki ruang untuk bersaing di tingkat dunia. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lanskap ekonomi, BRI berupaya menjaga keseimbangan antara kekuatan fundamental, transformasi digital, dan fungsi intermediasi.
Pada akhirnya, peringkat ke-132 global menjadi sebuah penanda. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan tetap sehat, kualitas aset terpelihara, dan manfaat kehadiran BRI semakin luas dirasakan masyarakat.
Sumber: augi





