Dewan Adat Byak Suprimanggun Puji Langkah Proaktif Pemda dan Aparat Keamanan Pasca-Ledakan UXO
Penulis: Yohanis Rumaropen
–
BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 3 Juni 2026 — Di tengah atmosfer duka kolektif pasca-ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II (Unexploded Ordnance/UXO) di Jalan Wolter Monginsidi, Ketua I Dewan Adat Suku Kainkain karkara Byak Suprimanggun, Demianus Wakman, S.H., M.H., mewakili masyarakat adat Byak, menyampaikan apresiasi formal terhadap kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Biak Numfor. Apresiasi ini diberikan atas respons cepat, transparan, dan humanis dalam penanganan jenazah korban, serta jaminan keamanan melalui sterilisasi area yang dilakukan secara ketat.
Dalam pernyataannya, pihak Dewan Adat menekankan bahwa penanganan tragedi ini telah mencerminkan prinsip tata kelola pemerintahan yang responsif (responsive governance) dan kepedulian sosial yang tinggi. Hingga hari ini, prioritas utama Pemda tetap tertuju pada proses evakuasi, identifikasi forensik, dan pemulangan jenazah, yang menunjukkan komitmen negara dalam melindungi warga negara di masa krisis.
Kolaborasi Lintas Sektor: Integrasi Penanganan Korban dan Sterilisasi Area
Baca juga: UNIPAR HADIR LEBIH DEKAT DI SITUBONDO, BANGUN SEMANGAT GENERASI MUDA MELANJUTKAN KULIAH
Ketua I Dewan Adat, Demianus Wakman, secara khusus menyoroti efektivitas kerja sama lintas instansi yang melibatkan Pemda Biak Numfor, Polres Biak Numfor, dan Polda Papua. Sinergi ini menciptakan mekanisme penanganan bencana non-alam yang terstruktur, profesional, dan berbasis komando terpadu, dengan fokus ganda: kemanusiaan bagi korban dan keamanan bagi lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras Pemda Biak Numfor yang hingga hari ini masih terus memberikan perhatian penuh. Kerja-kerja yang terintegrasi dengan pihak lain, termasuk Polres, Polda Papua, Kodim 1708 Biak, Lanal Biak, Yonif Paskhas, Basarnas, BPBD, dan Dinas Kesehatan sangat membantu meringankan beban masyarakat. Kami juga mengapresiasi langkah tegas aparat dalam melakukan sterilisasi area untuk menjamin rasa aman warga,” ujar Ketua I Dewan Adat Suku Kainkarkara Byak Suprimanggun, Demianus Wakman, S.H., M.H.
Pendekatan kolaboratif ini sejalan dengan konsep manajemen bencana berbasis komunitas (community-based disaster management), di mana kepercayaan (trust) antara aparat keamanan, pemerintah, dan lembaga adat menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan dan pemulihan pasca-tragedi.
Peran Strategis Lembaga Adat dalam Stabilisasi Sosial
Kehadiran dan pernyataan sikap dari Dewan Adat memiliki signifikansi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan emosional masyarakat. Dengan memberikan apresiasi, lembaga adat berperan sebagai jembatan komunikasi (communication bridge) yang memperkuat legitimasi tindakan pemerintah di mata warga. Hal ini efektif mencegah munculnya narasi negatif atau disinformasi yang dapat memicu kecemasan kolektif, terutama di tengah proses pencarian tiga korban yang masih dinyatakan hilang.
Masyarakat adat Byak, yang memiliki ikatan kuat dengan tanah leluhur dan nilai-nilai kekeluargaan, merasa dihargai ketika pemerintah melibatkan mereka dalam proses konsultasi dan memberikan pembaruan informasi yang jelas terkait status keamanan area dan perkembangan penanganan korban. Ini merupakan bentuk nyata penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dalam konteks pembangunan dan penanganan krisis, sebagaimana diamanatkan dalam UU Otonomi Khusus Papua.
Rekomendasi untuk Keberlanjutan Penanganan dan Pemulihan
Meski apresiasi diberikan, Dewan Adat juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam tahap pemulihan jangka panjang. Beberapa poin strategis yang perlu menjadi perhatian bersama meliputi:
1. Pendampingan Psikososial Berkelanjutan: Dukungan mental tidak hanya diperlukan saat kejadian, tetapi juga selama masa berduka keluarga korban untuk mencegah trauma berkepanjangan.
2. Transparansi Data Korban: Memastikan akurasi data korban meninggal, luka, dan hilang melalui koordinasi intensif antara tim DVI (Disaster Victim Identification), aparat keamanan, dan perwakilan keluarga.
3. Pencegahan Tragedi Susulan: Mempercepat sterilisasi total area rawan UXO di seluruh wilayah pesisir Biak untuk menjamin rasa aman masyarakat dan mengembalikan fungsi ekologis serta sosial kawasan tersebut.
Apresiasi dari Ketua I Dewan Adat Suku Kainkain karkara Byak Suprimanggun, Demianus Wakman, S.H., M.H., ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara kearifan lokal dan kapasitas institusional negara mampu menghasilkan respons krisis yang efektif dan bermartabat. Kolaborasi ini bukan sekadar ungkapan terima kasih, melainkan afirmasi bahwa ketika adat dan negara bergerak dalam satu frekuensi kemanusiaan, ketahanan sosial masyarakat akan semakin kokoh. Sinergi ini harus dipertahankan sebagai model terbaik dalam menangani tantangan keamanan dan kemanusiaan di Tanah Papua.





