sebuah keputusan menetapkan: guru mainan menyenangkan
berbentuk bola pingpong putih kosong
dipantul ke atas ke bawah pasrah menyerah
kurikulum berganti sekilas info tanpa berlatih
meja presisi bet memukul ke sana ke sini
dilempar ke atas, turun dipukul dengan keras hati
bola pingpong dimasukkan keranjang janji
mendulang suara guyup anti oposisi
meski sering dipinggirkan tak dihiraukan
tak ada protes sang guru penurut sekali
bersuara kritis tanda santun kurang terpuji
apalagi marah tanda bijak kurang dewasa
undang-undang menata penuh kerumitan
peraturan-peraturan berubah malah membingungkan
bertanya nihil jawaban, dipingpong jatuh ke kolong
gelap tanpa jaringan menenangkan
menjaga malam-malam pekat lorong
bola pingpong sunyi lubuk melolong
namun tak ada yang peduli mati simpati
Baca juga: YULIATI: Dari Yuli Koboi, Sang Joki, hingga Bu Nyai
bola pingpong terus dimainkan tanpa henti
bila sudah pecah dibuang sampah tak bernilai
mungkin dibakar asapnya diteriak maki
dianggap beban berat alokasi tak berarti
Lamongan, 17-10-2026
Baca juga: EIGHT GREAT HOPES — How Prabowo Works



