Selasa, 14 April 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Puing

Selamat malam sahabat terkasih..

Perkenankan saya berbagi puisi yang saya tulis dan kemudian diangkat menjadi lagu dengan musik akustik (a poem in acoustic) & dinyanyikan dengan apik oleh Kang Ipit Saefiedier Dimyati.

Puisi yang menggambarkan luka karena mencintai seseorang yang tidak mampu membalas dengan ketulusan yang sama berjudul “Puing”.

Baca juga: Wajah Baru Sastra Digital: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Menulis

Apresiasi yang teramat sangat untuk Kang Ipit yang saya hormati ✨️

Semoga berkenan.

Baca juga: Menelusuri Jejak Pujangga: Kekuatan Kata dalam Sastra Klasik Indonesia

♡♡

Oleh Amelia Fitriani

Bagaimana jika perpisahan
hanya sedingin bibirmu?
Kau memujinya elok,
lalu pergi membunuhku.

Aku keliru menitipkan hati
pada semesta yang angkuh.
Bagimu, aku hanya debu
yang tak perlu kau rengkuh.

Rupanya bahumu tak lebar,
hanya egomu yang besar.
Di baliknya ada cahaya,
tapi bukan untukku bernaung.

Bolehkah aku meminta kembali
potongan nyawa yang kau bawa?
Sebab di tanganmu, ia mati,
membeku tanpa arti,
terbuang dalam sunyi.

♡♡

GBU ✨️

Kategori:
Tags:

Terkini