Penulis, Yohanis Rumaropen
–
SUARA ANAK NEGERI | BIAK NUMFOR, Dalam upaya memperkuat ketahanan energi di wilayah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (6/5/2026). Forum ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah instansi vertikal serta pemangku kepentingan terkait.
Baca juga: 80 Cahaya dari Pesisir Biak: Lulusan SMK Pariwisata Diutus dengan Ilmu, Integritas, dan Harapan
Usai FGD, Adri Angga Aditya, Area Manager Retail Marketing Region Papua Pertamina Patra Niaga, menggelar jumpa pers untuk menjelaskan langkah-langkah strategis guna menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi di wilayah Biak Numfor dan Supiori, sekaligus merespons dinamika logistik nasional dan global yang berpotensi mengganggu rantai pasok.
Stok dalam Perjalanan, Kedatangan Diproyeksikan 11 Mei
Dalam jumpa pers tersebut, Adri menjelaskan bahwa meskipun stok LPG non-subsidi di gudang Biak sedang dalam masa transisi, pasokan baru telah berangkat dari Jayapura dan diproyeksikan tiba di Pelabuhan Biak pada 11 Mei 2026. Volume tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 9 hari ke depan.
Baca juga: 80 Cahaya dari Pesisir Biak: Lulusan SMK Pariwisata Diutus dengan Ilmu, Integritas, dan Harapan
Sebagai antisipasi terhadap gangguan distribusi akibat kondisi geopolitik, Pertamina telah mengalihkan rute pasokan dari Surabaya ke Jayapura—sebuah langkah yang memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan ketahanan logistik di kawasan timur Indonesia.
“Kapal pengangkut tabung LPG dari Stasiun Pengisian Bulk (SPB) Jayapura diproyeksikan tiba di Pelabuhan Biak pada 11 Mei 2026,” ujarnya.
LPG: Energi Transisi yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan
Adri menekankan bahwa LPG bukan sekadar alternatif bahan bakar, melainkan bagian dari strategi transisi energi berkelanjutan. Secara teknis, LPG memiliki nilai kalor lebih tinggi dan emisi pembakaran lebih rendah dibanding minyak tanah. Dari sisi keselamatan, tabung ukuran 5,5 kg dilengkapi **mekanisme *double spindle*** yang secara signifikan mengurangi risiko kebocoran.
“Desain ergonomis dan sistem keamanan ganda menjadikan LPG lebih aman untuk rumah tangga dan UMKM dibanding penanganan minyak tanah yang rentan tumpah dan terbakar,” jelasnya.
Produk ini ditujukan bagi segmen non-subsidi, termasuk Agen Sewa Meter (ASM), pelaku usaha mikro, dan masyarakat umum yang tidak termasuk dalam kelompok penerima subsidi pemerintah.
Distribusi Hanya Melalui Saluran Resmi
Untuk mencegah praktik penyaluran ilegal, Pertamina menegaskan bahwa seluruh pasokan LPG non-subsidi di Biak dikelola melalui agen resmi, yaitu PT Ghasirja, yang menyalurkannya hanya ke outlet-outlet terdaftar dan tervalidasi.
“Kami imbau masyarakat hanya membeli dari saluran resmi agar mendapatkan produk berkualitas dan aman,” tambah Adri.
Edukasi Publik dan Peran Konsumen
Selain aspek logistik, Adri juga menyampaikan dua pesan edukasi kepada masyarakat Biak Numfor dan Supiori:
1. Gunakan energi secara bijak dan efisien,
2. Dorong transisi ke sumber energi bersih seperti LPG.
“Ketersediaan energi bukan hanya tanggung jawab penyedia, tetapi juga konsumen. Bijak dalam penggunaan adalah bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan energi daerah,” ujarnya.
Sinergi Multisektor Jadi Fondasi Ketahanan Energi
FGD yang dibuka oleh Plt. Sekda Zacharias L. Mailoa ini dihadiri oleh perwakilan DPRD Komisi II, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, KSOP Biak, BPS, Satgas Pengawasan Penyaluran Migas (Sumanamigas), Dinas Koperasi, Depot Pertamina Biak, serta agen penyalur. Kehadiran lintas sektor menegaskan bahwa ketahanan energi adalah isu strategis yang memerlukan pendekatan sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi adaptasi logistik, pengawasan distribusi, edukasi publik, dan sinergi kelembagaan, upaya ini menjadi fondasi penting dalam memastikan akses energi yang andal, aman, dan adil bagi seluruh masyarakat di wilayah kepulauan Biak Numfor dan Supiori.



