SUARA ANAK NEGERI
PADANG ,18 Agustus 2026 — Langkah besar menuju helat literasi berskala internasional kian mantap. Pengurus dan panitia Padang International Literacy Festival (PIL-Fest) 2026—yang merupakan hasil kerja sama antara komunitas Penyala Literasi Semesta (PLS) dan penerbit Sipp Publishing—menggelar audiensi resmi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, S.P., M.M. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini menjadi sinyal hijau bagi kebangkitan gerakan literasi dan kebudayaan di Ranah Minang.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Penyala Literasi Semesta memaparkan secara komprehensif agenda besar PIL-Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 November 2026 mendatang. Puncak kegiatan ini akan diwarnai dengan peluncuran buku berskala internasional yang digawangi oleh para pegiat literasi, kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi dari berbagai daerah. Antusiasme peserta pun membubung tinggi; tercatat perwakilan dari 21 provinsi di Indonesia serta beberapa negara serumpun telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka.
Selain menjadi ajang selebrasi karya tulis, PIL-Fest 2026 dirancang sebagai wadah strategis untuk memajukan literasi, menggerakkan roda pariwisata daerah, serta mengenalkan kekayaan budaya Minangkabau di panggung dunia.
Rangkaian acaranya dipastikan semarak dengan hadirnya Pemilihan Guru dan Siswa Berprestasi Literasi, Jelajah Literasi, hingga tradisi kebanggaan masyarakat Minang, yaitu Makan Bajambah.
Sinergi strategis antara komunitas dan industri penerbitan menjadi fondasi utama acara ini.
Direktur Sipp Publishing menyampaikan rasa bangganya atas kolaborasi yang terjalin dan berharap kemitraan ini tidak berhenti di satu kali gelaran saja.
”Kami berharap kerja sama antara Sipp Publishing dan Penyala Literasi Semesta ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan dijadikan sebagai program tahunan. Dengan begitu, kita bisa terus memfasilitasi lahirnya karya-karya hebat dari para pendidik dan generasi muda setiap tahunnya,” ungkap Direktur Sipp Publishing.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif terobosan ini. Beliau menegaskan keberpihakan Dinas Kebudayaan dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkesenian.
”Banyak fasilitas dan ruang budaya yang bisa dimanfaatkan secara optimal untuk ruang diskusi, seminar, maupun pertunjukan bagi anak-anak muda kita,” ujar Syaiful Bahri di sela-sela diskusi.
Harapan dan komitmen yang sama juga digaungkan oleh jajaran pengurus dan panitia yang hadir, di antaranya Ibu Lily Yovita, M.Pd., Alfarisdon, M.Kom, Yuni Revita, M.Pd., dan Zulrahmi, S.Pd. Mereka bertekad menyatukan energi dan melangkah bersama demi mensukseskan helat akbar ini.
Sinergi antara penggiat literasi, penerbit, dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya generasi emas yang berbudaya, cerdas, serta berdaya saing global. Padang International Literacy Festival 2026 bukan sekadar perayaan kata dan karya, melainkan panggung besar yang siap mempertemukan keindahan budaya Minangkabau dengan mata dunia.
Laporan: Ita Desnatalia M.Pd


