Sabtu, 18 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Temu Raya V PAM GKI Tanah Papua Resmi Dibuka di Sorong: Forum Strategis Pembinaan Hikmat dan Sinergi Lintas Sektor bagi 1.500 Pemuda Gereja

Forum Strategis Pembinaan Hikmat dan Sinergi Lintas Sektor bagi 1.500 Pemuda Gereja.

Penulis: (A.R)

SORONG| SUARA ANAK NEGERI– Temu Raya ke-V Persekutuan Anggota Muda (PAM) Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua resmi dibuka di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan strategis yang dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Andrikus Mofu, ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari 70 klasis se-Tanah Papua. Mengusung tema “Milikilah Hikmat dan Pengertian Supaya Engkau Hidup”, acara akbar yang berlangsung hingga 17 Juli 2026 ini berfungsi sebagai wadah inkubasi kepemimpinan rohani, dialog pelayanan, serta penguatan identitas budaya bagi generasi muda gereja dalam menghadapi dinamika global.

Baca juga: Ketua KNPI Tanimbar Alex Belay: Groundbreaking Blok Masela Awal Kebangkitan Ekonomi

Sinergi Lintas Sektor dan Dimensi Kultural dalam Pembukaan

Makna penting dari Temu Raya V tercermin dari kehadiran representasi eksekutif, legislatif, dan lembaga adat yang memberikan legitimasi sosial kuat bagi agenda pembinaan pemuda. Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya Alfon Kambu, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortisan Fernando Sagrim, Bupati Sorong Johny Kamuru, serta Bupati Maybrat Karel Murafer hadir bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia muda GKI merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan pelestarian kearifan lokal.

Baca juga: Kapolda Papua Tiba di Biak Numfor, Siap Buka Kejuaraan Bola Voli Indoor dan Pantai U-19 Kapolda Cup 2026 di GOR Petrus Kafiar

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.11 Waktu Indonesia Timur (WIT) dengan defile peserta yang menampilkan kekayaan budaya dari 15 wilayah pelayanan. Penampilan tarian dari Pemuda Klasis Malamoy sebagai tuan rumah merefleksikan peran seni sebagai medium ekspresi iman dan kohesi sosial. Secara teologis, ibadah pembukaan yang berlandaskan Amsal 4:3-5 dirancang untuk membangun kesadaran kritis; melalui khotbah, doa syafaat, dan aksi refleksi lima menit, para pemuda diajak merenungkan peran ganda mereka sebagai anggota jemaat yang bertumbuh dan warga masyarakat yang bertanggung jawab.

Substansi Agenda: Dari Dialog Menuju Transformasi Pelayanan

Dalam keterangan yang disampaikan melalui Voice Note WhatsApp kepada Media SAN, Pdt. Jhon Baransano, S.Th., M.Mis., Ketua Klasis Aimando Padaido, menguraikan esensi mendalam dari Temu Raya V. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ruang dialektika di mana pemuda menjadi subjek aktif yang menyuarakan pemikiran dan visi pelayanan.

“Kegiatan ini merupakan ajang temu bicara untuk menyampaikan pokok pikiran tentang perkembangan pelayanan GKI di Tanah Papua, baik yang menyokong pelayanan maupun dinamika-dinamika yang ada di 70 klasis,” jelas Pdt. Jhon Baransano dalam pesan suaranya.

Bagi Klasis Aimando Padaido, kehadiran 377 pemuda merupakan indikator keberhasilan mobilisasi sumber daya manusia yang didorong oleh Badan Pekerja Klasis (BPJ). Partisipasi ini bersifat substantif, di mana setiap klasis mengirimkan 5–10 utusan plus rombongan penggembira untuk memastikan transfer pengetahuan dan penguatan jaringan solidaritas antar-pemuda gereja berjalan optimal.

Ekosistem Pendukung dan Harapan Pasca-Acara

Keberhasilan penyelenggaraan juga ditopang oleh sinergi ekosistem tuan rumah. Klasis Malamoy (Wilayah VII Sorong) tidak hanya menyediakan venue, tetapi juga membuka ruang keramahtamahan melalui Jemaat GKI Bethlehem Wawolokmai. “Kami bersukacita karena dilibatkan dan bahkan ditampung di Jemaat GKI Bethlehem Wawolokmai. Kami hadir dengan kekuatan penuh untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkap Pdt. Jhon Baransano dalam keterangannya. Dukungan infrastruktur dari Pemerintah Kota Sorong melalui Alun-Alun Aimas menjamin kelancaran acara yang aman dan tertib.

Usai mengikuti seluruh agenda (12–17 Juli 2026), para utusan kembali ke daerah asal dengan membawa komitmen transformasi. Tema “Hikmat dan Pengertian” diharapkan dapat diterjemahkan menjadi ketahanan mental-spiritual dan kecakapan lintas budaya, sehingga melahirkan kader PAM GKI yang saleh secara pribadi sekaligus peka terhadap isu kebangsaan dan kemanusiaan di Tanah Papua.

Kategori:
Tags:

Terkini