Oleh: joko
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu: WKRI HKY Olilit Barat Menyalakan Harapan Lewat Aksi Kasih
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Keberanian untuk mewartakan kabar gembira tidak pernah lepas dari tantangan. Penolakan, penganiayaan, hingga berbagai bentuk tekanan merupakan risiko yang telah diingatkan Yesus kepada setiap pengikut-Nya. Namun, di balik setiap pergumulan itu, tersimpan sebuah janji yang menguatkan: Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi setiap orang yang setia menjadi saksi-Nya.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan Minggu pagi, 21 Juni 2026. Berlandaskan bacaan Injil Matius 10:26–33, Pastor Pius mengajak umat agar tidak membiarkan rasa takut menguasai kehidupan iman, melainkan tetap teguh dalam mewartakan kasih dan kebenaran Allah.
Mengutip sabda Yesus, Pastor Pius menegaskan, “Jangan takut, kamu lebih berharga daripada burung pipit.” Menurutnya, perkataan itu menjadi jaminan bahwa setiap orang percaya memiliki nilai yang sangat berharga di hadapan Allah. Karena itu, umat diajak untuk tidak gentar menghadapi tantangan hidup maupun risiko dalam mewartakan Injil.
“Manusia hanya dapat membunuh tubuh, tetapi Tuhan berkuasa atas tubuh dan jiwamu. Ingat, dirimu sangat berharga dan dikasihi Tuhan. Dirimu mulia dan dipercaya Tuhan dalam pelanjutan pewartaan kabar gembira,” ujar Pastor Pius.
Ia menekankan bahwa kesetiaan kepada Kristus tidak cukup diwujudkan melalui pengakuan iman semata, tetapi juga melalui kehidupan yang benar, penuh kasih, dan dipenuhi perbuatan baik. Umat dipanggil untuk tidak menyembunyikan identitas sebagai pengikut Kristus, melainkan berani menjadi saksi di tengah keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Setialah pada Yesus, akui Dia dalam hidup berimanmu melalui hidup benar dan perbuatan baik. Jangan sembunyikan imanmu. Berani tampil bersaksi. Yesus besertamu selalu,” pesannya.
Melalui renungan tersebut, Pastor Pius mengingatkan bahwa keberanian orang beriman tidak lahir dari kekuatan manusia, melainkan dari keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir, memelihara, dan melindungi setiap pewarta kabar gembira yang tetap setia menjalankan panggilannya.





