Selasa, 04 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD. Domincs Baldawins Masriat: Integritas Dibangun dari Hal-Hal Kecil

http://suaraanaknegeri.com | Manila – Di tengah dunia yang semakin menuntut pencapaian besar dan pengakuan publik, refleksi yang disampaikan RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, mengingatkan bahwa ukuran sejati kehidupan moral justru sering kali ditemukan dalam hal-hal kecil yang luput dari perhatian banyak orang.

Melalui renungan harian bertajuk Sejenak Sabda pada Rabu (10/6/2026), yang bersumber dari Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 18:20-39 dan Injil Matius 5:17-19, RD. Domincs mengajak umat untuk memaknai hukum Tuhan bukan sebagai beban, melainkan sebagai jalan kasih yang membentuk karakter dan integritas hidup.

Menurutnya, kehidupan beriman tidak boleh dijalani hanya sebagai rutinitas atau sekadar pemenuhan kewajiban keagamaan. Ketaatan yang sejati, kata dia, berakar pada cinta yang tulus kepada Tuhan dan sesama.

Baca juga: BRI Saumlaki Bangun Spiritualitas di Tengah Dunia Kerja

“Kita diajak untuk tidak menjalani hidup moral atau aturan agama hanya sebagai formalitas, kewajiban yang menjemukan, atau karena takut dihukum. Ketaatan sejati lahir dari hati yang penuh cinta.”

Dalam pandangannya, seseorang yang sungguh mengasihi Tuhan dan sesama akan dengan sendirinya menjauhi tindakan yang merugikan orang lain. Kejujuran, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia tidak lagi dipandang sebagai aturan yang memaksa, melainkan sebagai konsekuensi alami dari kasih yang hidup di dalam hati.

Lebih jauh, RD. Domincs menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam perkara-perkara sederhana yang sering dianggap sepele. Menurutnya, karakter seseorang tidak pertama-tama diuji dalam keputusan besar yang disaksikan banyak orang, melainkan dalam pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari. “Integritas moral diuji dalam perkara-perkara kecil, bukan hanya dalam keputusan besar yang dilihat orang.”

Baca juga: BRI Saumlaki Menyatukan Iman dan Pengabdian Melalui Pelayanan Pujian

Ia mencontohkan sikap tidak menyontek, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta menjaga ucapan dan perilaku sebagai bentuk kesetiaan terhadap nilai-nilai moral yang mendasar. “Karakter yang besar dibangun dari kesetiaan pada prinsip moral yang kecil.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kejujuran bukanlah tindakan sesaat, melainkan kebiasaan yang terus dipupuk dari waktu ke waktu. Dalam kehidupan modern yang penuh kompetisi, godaan untuk mengabaikan nilai-nilai moral sering kali muncul dalam bentuk yang tampak sederhana, namun justru di sanalah kualitas pribadi seseorang diuji.

Selain itu, RD. Domincs juga mengingatkan umat akan bahaya hipokrisi atau kemunafikan, yakni ketika seseorang begitu mudah menuntut orang lain melakukan kebaikan, namun gagal menerapkannya dalam kehidupannya sendiri. “Bahaya moral terbesar adalah hipokrisi (kemunafikan), ketika kita pandai menuntut orang lain berbuat baik, tetapi diri kita sendiri melanggarnya.”

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan lebih banyak teladan daripada sekadar nasihat. Karena itu, setiap orang dipanggil untuk terlebih dahulu menghidupi nilai yang diajarkannya sebelum meminta orang lain melakukan hal yang sama.

“Kita dipanggil untuk menjadi pemimpin dan teladan yang konsisten. Lakukan terlebih dahulu kebaikan itu dalam hidupmu, baru kemudian ajarkan atau bagikan nilai tersebut kepada orang lain.”

Refleksi tersebut menjadi ajakan untuk membangun kehidupan yang selaras antara iman, perkataan, dan tindakan. Sebab bagi RD. Domincs Baldawins Masriat, ukuran kedewasaan rohani tidak terletak pada seberapa banyak seseorang mengetahui ajaran agama, melainkan pada kesediaannya menerjemahkan nilai-nilai itu ke dalam kehidupan nyata.

Menutup renungannya, ia mengajak umat untuk memohon kekuatan Tuhan agar mampu menjadi saksi dan teladan di tengah masyarakat. “Ya Allah berkatilah kami agar kami mampu menjadi teladan dalam hidup setiap hari.”

Di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat, pesan tersebut menghadirkan pengingat sederhana namun mendalam: bahwa kehidupan yang berintegritas selalu dimulai dari hati yang mencintai kebenaran, setia dalam perkara kecil, dan konsisten menghadirkan kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.

Penulis: johanis kopong

Kategori:
Tags:

Terkini