Laporan: Akaha Taufan Aminudin
–
“GATEBALLER KOTA BATU MANGAYUBAGIO HUT KEMERDEKAAN RI KE-81”
BATU – SUARA ANAK NEGERI| Dari Lapangan PERGATSI Panorama, Semangat Merah Putih Terus Menyala. Pagi itu, pukul 07.00 WIB, suasana Lapangan PERGATSI Panorama Kota Batu terasa berbeda. Nuansa Merah Putih memenuhi arena. Para Gateballer datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi membawa semangat untuk mangayubagio—ikut bersyukur dan memeriahkan—HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Sebelum pertandingan dimulai, Cak Sundjojo memimpin doa dan mengajak seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang para syuhada dan pahlawan kemerdekaan.
Sejenak arena menjadi hening.
Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina: "MASSA YANG TIDAK MASUK TIMBANGAN"
Di tengah kesunyian itu, kita kembali menyadari bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah. Ada pengorbanan, air mata, darah, dan perjuangan para pendahulu bangsa yang harus selalu kita kenang.
Setelah doa dan mengheningkan cipta, pertandingan pun dimulai.
Pariono, yang akrab disapa Cakpar, tampil sebagai wasit kehormatan dan memimpin pertandingan pembukaan. Dengan penuh ketegasan dan sportivitas, pertandingan berlangsung meriah. Karena memiliki kesibukan sebagai pelatih sepak bola, Cakpar kemudian berpamitan meninggalkan arena.
Pertandingan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Yang menarik, kompetisi ini mempertemukan berbagai generasi dan latar belakang. Ada atlet muda, para Gateballer senior, hingga kelompok para kepala sekolah SLTA.
Hasil pertandingan:
🏆 Juara I: Atlet Porprov PERGATSI Yunior
🥈 Juara II: Gateballer Tuwek
🥉 Juara III: Kumpulan Kepala Sekolah SLTA
Tiga juara, tiga generasi, satu semangat.
Yang muda membawa energi dan masa depan.
Yang senior membawa pengalaman.
Para pendidik membawa keteladanan.
Di lapangan Gateball, semuanya bertemu dalam satu bahasa: sportivitas dan persaudaraan.
Ketika waktu memasuki tengah hari, para peserta beristirahat untuk menunaikan salat Zuhur di Musholla Lapangan PERGATSI Panorama, kemudian makan siang bersama.
Sederhana, tetapi penuh makna.
Sebab persaudaraan sering kali tumbuh bukan dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan yang tulus.
DARI LAPANGAN MENUJU SEKOLAH
PERGATSI Kota Batu tidak berhenti pada pertandingan.
Sosialisasi Gateball terus dilakukan ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan regenerasi atlet.
Pembinaan ini didukung oleh Yusuf BT, pensiunan ASN dan mantan kepala sekolah yang dipercaya sebagai pelatih kepala.
Inilah perjuangan lain setelah kemerdekaan:
mendidik, membina, menggerakkan, dan menyiapkan generasi penerus.
Sebab olahraga bukan hanya tentang memenangkan pertandingan.
Olahraga adalah tentang membangun karakter.
Tentang disiplin.
Tentang keberanian.
Tentang menerima kemenangan dengan rendah hati dan kekalahan dengan lapang dada.
MERAH PUTIH DI LAPANGAN, MERAH PUTIH DI DADA
Hari itu, Lapangan PERGATSI Panorama bukan sekadar tempat pertandingan.
Ia menjadi ruang untuk mengenang pahlawan.
Menjaga kesehatan.
Mempererat silaturahmi.
Membina generasi muda.
Dan meneguhkan kembali kecintaan kepada Indonesia.
Seolah seluruh peserta meneriakkan pesan yang sama:
Indonesia, merah darahku!
Putih tulangku!
Bersatu dalam semangatmu!
Kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang.
Kemerdekaan harus diisi.
Dengan kerja.
Dengan prestasi.
Dengan persaudaraan.
Dengan kepedulian.
Dengan generasi muda yang sehat dan berkarakter.
Dari Lapangan PERGATSI Panorama, Kota Batu mengirimkan pesan sederhana tetapi kuat:
Selama Merah Putih masih berkibar,
selama anak bangsa masih mau bergerak,
selama persaudaraan masih kita jaga,
semangat kemerdekaan tidak akan pernah padam.
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81!
MERAH DARAHKU.
PUTIH TULANGKU.
BERSATU DALAM SEMANGATMU.
Salam olahraga!
Salam persaudaraan!
Salam Merah Putih! 🇮🇩
Kota Batu 23 Agustus 2026
Akaha Taufan Aminudin
HP3N SATUPENA JAWA TIMUR


