Oleh: Johanis Kopong
Sekda Brampi Moriolkossu Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Optimalkan PAD 2026
https://suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Kamis, 20 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu fondasi penting dalam menopang pembangunan dan kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Evaluasi Pendapatan Daerah yang digelar Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Aula Rapat Resto 3 Koki, Kampung Kuliner Saumlaki.
Baca juga: Di Balik Khidmat HUT RI ke-81, Pohon Tumbang di Mandriak Lukai Dua Warga
Rapat yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkossu, S.H., didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Benjamin B. Samangun, S.H., M.H., yang bertindak sebagai moderator.
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi bagi perangkat daerah pengampu PAD untuk melihat secara lebih menyeluruh perkembangan penerimaan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2026. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Elisabeth I. Werembinan, S.E., M.T., Asisten Pemerintahan Christianus Fatlolon, S.S., M.M., serta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah pengampu PAD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Menilai Capaian, Membaca Persoalan
Evaluasi tidak semata diarahkan untuk melihat angka pencapaian target. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum untuk membaca berbagai persoalan yang masih menghambat optimalisasi penerimaan daerah sekaligus menyusun langkah penyelesaian yang lebih terukur.
Baca juga: Medical AI dan Martabat Klinisi, Ketika Teknologi Harus Tetap Berpihak pada Manusia
Dua agenda utama menjadi perhatian dalam rapat tersebut, yakni mengevaluasi capaian target PAD masing-masing organisasi perangkat daerah pengampu serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan untuk kemudian dirumuskan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan penerimaan daerah.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena penguatan PAD membutuhkan kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menuntut kemampuan pemerintah daerah membaca potensi ekonomi dan sumber-sumber penerimaan yang masih dapat dikembangkan.
Sekda Dorong Kreativitas OPD
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Brampi Moriolkossu menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan PAD. Setiap organisasi perangkat daerah pengampu diharapkan tidak berhenti pada pola kerja rutin, tetapi mampu menghadirkan terobosan sesuai potensi yang berada dalam kewenangan masing-masing.
“Tidak sekadar bekerja rutin, tetapi wajib lebih kreatif dan inovatif dalam menggali berbagai potensi pendapatan baru yang belum tergarap maksimal.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa peningkatan PAD membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah. Setiap organisasi perangkat daerah memiliki peran strategis dalam memastikan potensi penerimaan yang tersedia dapat dikelola secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab.
Sinergi antarorganisasi perangkat daerah juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan pendapatan yang lebih efektif. Dengan koordinasi yang kuat, berbagai hambatan yang selama ini muncul di lapangan diharapkan dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang tepat.
PAD sebagai Fondasi Kemandirian Daerah
Penguatan PAD pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penerimaan dalam laporan keuangan daerah. Kemampuan daerah meningkatkan pendapatan secara mandiri memiliki hubungan erat dengan kapasitas pemerintah dalam membiayai pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, upaya tersebut menjadi bagian dari agenda memperkuat kemandirian fiskal daerah. PAD yang dikelola secara optimal diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, pengelolaan potensi daerah secara profesional menjadi salah satu kunci untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan. Karena itu, evaluasi penerimaan daerah tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai agenda rutin, melainkan sebagai instrumen untuk mengukur kinerja sekaligus menentukan arah kebijakan berikutnya.
Dari Aula Rapat Resto 3 Koki, Kampung Kuliner Saumlaki, pesan strategis itu kembali ditegaskan: penguatan PAD membutuhkan kerja bersama, inovasi, disiplin pengelolaan, serta keberanian membuka sumber-sumber penerimaan yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.
Bagi masyarakat di Bumi Duan Lolat, penguatan kemandirian fiskal pada akhirnya diharapkan bermuara pada satu tujuan yang lebih besar, yakni menghadirkan pembangunan yang semakin berkualitas serta pelayanan publik yang adil, merata, dan berkelanjutan. (Sumber: tanimbar.go.id)


