Laporan Media Center UNCRI
–
MANOKWARI — Mahasiswa Program Studi Sains Kelautan, Universitas Caritas Indonesia, terus didorong untuk tidak hanya memahami potensi sumber daya kelautan, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi produk bernilai ekonomi melalui digital marketing.
Baca juga: Bupati Supiori Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Korido, Pastikan Bantuan Cepat Tersalurkan
Dalam ujian praktik mata kuliah Kewirausahaan Kelautan, mahasiswa diajarkan strategi pemasaran digital menggunakan model AIDA dan tindak lanjut AIDAR, dengan dukungan aplikasi desain Canva serta pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI.

Model AIDA terdiri dari Attention, Interest, Desire, dan Action, yaitu tahapan untuk menarik perhatian, membangun minat, menciptakan keinginan, dan mendorong tindakan pembelian. Sementara itu, AIDAR menambahkan unsur Relationship atau Retention, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan berkelanjutan dengan pelanggan setelah transaksi dilakukan.
Baca juga: Sukses Festival Pantun ASEAN, Penyala Literasi Semesta Siap Gelar PIL-Fest 2026
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana produk tersebut dapat dikenal, dipercaya, dibeli, dan terus digunakan oleh masyarakat.
Dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Kelautan, Yohanes Ada Lebang, mengatakan bahwa pembelajaran ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia usaha yang semakin digital.
“Kami berharap melalui ujian praktik ini, mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan pemasaran melalui media sosial. Ke depan, keterampilan ini dapat membantu UMKM dan pelaku wirausaha agar semakin bergairah dalam melakukan pemasaran secara digital,” ujar Yohanes Ada Lebang.
Menurutnya, penggunaan Canva dan AI menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mahasiswa dapat membuat desain promosi, poster produk, caption media sosial, konten edukatif, hingga strategi komunikasi pemasaran yang lebih menarik dan terarah.
Ia menambahkan, digital marketing saat ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa, UMKM, dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Salah satu mahasiswi, Ester AI Raunsai, mengatakan bahwa digitalisasi sangat penting dalam pengembangan produk yang sedang mereka kerjakan, khususnya produk pupuk organik berbasis rumput laut.
“Pentingnya digitalisasi saat ini sangat terasa. Produk pupuk rumput laut yang sedang kami kembangkan melalui Fakultas Sains dan Teknologi diharapkan dapat bermanfaat, menjadi temuan dan unggulan Universitas Caritas Indonesia, serta mampu menjawab kebutuhan ketahanan pangan lokal melalui pupuk organik yang kami sediakan,” ujar Ester AI Raunsai.
Produk pupuk rumput laut tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi berbasis sumber daya lokal yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Melalui praktik ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa produk unggulan tidak cukup hanya dibuat, tetapi juga harus dikomunikasikan dengan baik kepada publik. Karena itu, mahasiswa dilatih membuat konten promosi yang mampu menarik perhatian audiens, menjelaskan manfaat produk, membangun kepercayaan, dan mendorong calon konsumen untuk melakukan pembelian.
Yohanes juga menyampaikan bahwa ke depan pihaknya berupaya membuka ruang kerja sama dengan pemerintah dalam pembinaan UMKM, terutama dalam bidang pemasaran digital.
“Kami berupaya ke depan dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam pembinaan UMKM yang ada, khususnya dalam pemasaran digital marketing agar keberlanjutannya dapat terjaga,” katanya.
Dengan pendekatan AIDA, AIDAR, Canva, dan AI, mahasiswa Sains Kelautan Universitas Caritas Indonesia diharapkan mampu menjadi generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap membangun usaha sendiri setelah menyelesaikan studi.
Praktik kewirausahaan ini juga menjadi langkah nyata kampus dalam menghubungkan ilmu kelautan, teknologi digital, inovasi produk, dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan lokal melalui pengembangan pupuk organik berbasis rumput laut.



