Laporan Paulus Laratmase
–
BIAK — SUARA ANAK NEGERI| Prestasi yang diraih Filemon, siswa SMK Negeri 1 Biak, sebagai Juara Harapan I dalam lomba solo putra-putri pada Festival Biak Cerdas 2026, mendapat apresiasi dari Kepala SMK Negeri 1 Biak, Drs. Maskur Bora.
Baca juga: Jumat Aksi Seni FPS-TIM Gelar “Tumpeng Kemerdekaan” di TIM
Menurut Maskur, capaian tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan, terlebih persiapan Filemon dan guru pendamping berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Baginya, prestasi itu menunjukkan bahwa sekolah memiliki potensi siswa sekaligus guru yang dapat dikembangkan secara lebih serius dalam bidang seni dan suara.
“Yang pertama, kesan saya bahwa kita punya beberapa guru yang memiliki potensi untuk membina anak-anak di bidang ini. Kalau anak-anak mulai kita bina dan kita siapkan, kemungkinan besar ketika ada pertandingan atau lomba, kita sudah siap,” ujar Maskur saat ditemui SuaraAnakNegeri.com usai Festival Biak Cerdas.
Ia mengungkapkan, sebenarnya Filemon memiliki kemampuan vokal yang sangat baik. Namun, kondisi fisik dan cuaca pada saat perlombaan turut memengaruhi penampilannya.
Baca juga: Rayakan HUT Ke-52 YPPK, Keuskupan Agung Merauke Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Menurutnya, pada awal penampilan, suara Filemon masih terdengar baik dan mampu menyatu dengan musik. Namun, ketika memasuki bagian tertentu, suara Filemon tiba-tiba menurun dan kurang terdengar.
“Nomor satu, dua, tiga, empat itu masih kedengaran enak. Musik dengan suara masih pas. Tetapi ketika dia menyanyi, tiba-tiba saya kaget, kok suaranya begitu. Mungkin karena kondisi cuaca,” tuturnya.
Meski demikian, Maskur menilai hasil yang diraih Filemon tetap merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Ia melihat pengalaman tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan siswa menghadapi berbagai perlombaan di masa mendatang.
Dorong Pembinaan Bakat Secara Rutin
Lebih jauh, Maskur menyampaikan rencana untuk mengembangkan pembinaan bakat siswa secara lebih terarah. Ia menilai sekolah memiliki banyak anak yang berpotensi di bidang seni suara, termasuk siswa-siswa yang selama ini belum mendapatkan ruang pembinaan secara optimal.
“Kalau guru-guru mau menggali potensi anak-anak kita, banyak sekali yang bisa. Ketika ada pertandingan, kita tidak lagi baru mau latihan. Kita sudah siap,” katanya.
Ia berencana mengajak guru-guru yang memiliki kemampuan di bidang seni untuk melakukan seleksi dan pembinaan secara rutin. Bahkan, latihan dapat dilakukan sedikitnya dua kali dalam sebulan setelah siswa-siswa yang memiliki potensi diseleksi.
“Minimal sebulan dua kali anak-anak ini kita latih. Kita seleksi dulu anak-anak, kemudian kita mulai latihan,” ujarnya.
Menurut Maskur, pola pembinaan seperti itu penting agar sekolah tidak hanya mengejar prestasi ketika perlombaan sudah diumumkan, tetapi memiliki sistem pembinaan bakat yang berlangsung secara berkelanjutan.
Festival Menjadi Ruang Menemukan Potensi
Maskur menilai Festival Biak Cerdas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum bagi sekolah untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa.
Prestasi Filemon, meskipun diraih dengan persiapan yang relatif singkat, menjadi bukti bahwa talenta siswa perlu ditemukan lebih awal dan dibina secara konsisten.
Ia berharap ke depan SMK Negeri 1 Biak dapat memiliki lebih banyak siswa yang siap tampil dalam berbagai ajang seni, literasi, maupun kompetisi lainnya.
“Intinya, kita harus mulai menggali potensi anak-anak. Kalau sudah ditemukan dan dibina sejak awal, ketika ada lomba kita sudah siap,” pungkasnya.
Bagi Maskur, keberhasilan Filemon meraih Juara Harapan I bukan sekadar hasil sebuah perlombaan. Prestasi tersebut menjadi pemantik bagi sekolah untuk membangun pola pembinaan bakat yang lebih terencana, sehingga potensi siswa tidak berhenti pada satu panggung, tetapi terus berkembang dan melahirkan prestasi-prestasi berikutnya.


