Selasa, 09 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Biak Berdoa: Konsolidasi Spiritual Lintas Elemen untuk Kohesi Sosial dan Kemajuan Papua-Indonesia

Konsolidasi Spiritual Lintas Elemen untuk Kohesi Sosial dan Kemajuan Papua-Indonesia.

✍️: Yohanis Rumaropen

Baca juga: Revitalisasi PSBS Biak: Legenda Era 80-90an Gelar Diskusi Strategis di Warung Kopi Nirwana, Dorong Kepulangan Yan Mandenas

BIAK NUMFOR – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 7 Juni 2026 — Gerakan “Biak Berdoa” dengan tema “Doa Berantai, seJuta Doa untuk Papua dan Indonesia” berhasil menghimpun ribuan partisipan dalam sebuah liturgi kolektif yang berlangsung khidmat di Balai Besar Cenderawasih (BBC) Biak, pada Minggu (7/6/2026). Acara ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan manifestasi dari sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, pimpinan denominasi gereja, serta aparatur sipil negara dalam satu frekuensi spiritual demi kedamaian dan persatuan bangsa.

Integrasi Nilai Spiritual dalam Pembangunan Daerah

Baca juga: Update H+7 Ledakan Bom WWII di Biak: 6 Jenazah Ditemukan, 3 Korban Masih Hilang, Area Ring 1 Dinyatakan Steril

Kabupaten Biak Numfor, sebagai wilayah strategis di Provinsi Papua, terus mengarusutamakan pendekatan pembangunan berbasis kebersamaan (communal based development) yang berakar pada nilai-nilai religius. Kehadiran Bupati Biak Numfor, Ketua serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), para tokoh adat, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menegaskan bahwa stabilitas sosial dan kemajuan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari ketenangan spiritual masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra.,S.H., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif gerakan doa bersama ini. Ia menekankan bahwa doa berfungsi sebagai kekuatan supranatural dan psikososial yang mampu melampaui batas-batas sektoral, menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan profesi untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Melalui gerakan Biak Berdoa ini, kita memohon penyertaan Tuhan bagi Papua dan Indonesia. Kiranya melalui doa-doa yang dipanjatkan, tercipta kedamaian, persaudaraan, serta semangat untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Bupati dalam amanatnya.

Doa sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa

Gerakan “Doa Berantai” ini dirancang sebagai mekanisme penguatan modal sosial (social capital) di tengah dinamika sosial yang kompleks. Dengan melibatkan berbagai denominasi gereja dan elemen masyarakat, acara ini menjadi ruang dialog implisit yang memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mentransformasi energi spiritual dari doa menjadi aksi nyata berupa dukungan terhadap program-program pembangunan pemerintah, serta menjaga integritas persatuan di tingkat lokal maupun nasional.

Implikasi Sosial: Harmoni di Tengah Tantangan Modernitas

Suasana sukacita dan kekhidmatan terlihat jelas saat para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah. Antusiasme masyarakat menunjukkan adanya kebutuhan mendalam akan ketenangan batin dan harapan kolektif di tengah tantangan kehidupan modern.

Gerakan Biak Berdoa diharapkan bukan menjadi event sesaat, melainkan bagian dari budaya masyarakat Biak Numfor yang harmonis. Dengan memperkuat fondasi spiritual, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan mental dan moral yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial, sehingga nilai-nilai luhur kemanusiaan dan kebangsaan tetap terjaga.

Kategori:
Tags:

Terkini