Sabtu, 06 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Sekda Tanimbar Hadiri Prosesi Adat Masela

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Tradisi adat di Desa Lermatang menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung Proyek Strategis Nasional Pengembangan Lapangan Abadi Masela.

 Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (Satgas PDSK) menghadiri sekaligus memimpin kehadiran unsur Satgas PDSK dalam prosesi tradisi adat yang digelar di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penyediaan tanah untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: Pdt. Roy Daniel Sitepu Dorong Generasi Tanimbar Menjadi Pribadi Berdampak

Prosesi adat yang dipimpin Kepala Soa dan tokoh adat Desa Lermatang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat setempat di tengah proses pembangunan strategis nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Satgas PDSK dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Provinsi Maluku, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku, serta Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Turut hadir pula Komandan Kodim 1507/Saumlaki, Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: Patroli Presisi Polres Tanimbar Cegah Begal dan Premanisme

Adat dan Pembangunan Berjalan Beriringan
Pelaksanaan tradisi adat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat adat.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menghormati nilai sosial dan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat.

“Tradisi adat ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, partisipatif, dan menghormati adat istiadat dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan penyediaan tanah untuk mendukung PSN Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.”

Melalui prosesi tersebut, seluruh pihak menunjukkan komitmen untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memastikan setiap tahapan penyediaan tanah berjalan secara terbuka, partisipatif, dan menghargai hak-hak masyarakat adat.

Memperkuat Harmoni Sosial
Bagi masyarakat Tanimbar, adat merupakan warisan leluhur yang memiliki posisi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, pelibatan tokoh adat dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi langkah strategis untuk membangun kesepahaman serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.

Kehadiran Satgas PDSK di tengah prosesi adat juga menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

Doa Bersama untuk Masa Depan Tanimbar
Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama, termasuk Ketua Majelis Jemaat GPM Lermatang. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh tahapan penyediaan tanah dan pengembangan Lapangan Abadi Masela dapat berjalan dengan aman, damai, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Doa bersama tersebut menjadi wujud ungkapan syukur serta harapan agar seluruh tahapan kegiatan penyediaan tanah dalam rangka kegiatan PSN Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela dapat berjalan dengan aman, damai, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta Provinsi Maluku pada umumnya.”

Dari Desa Lermatang, pemerintah dan masyarakat adat menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian budaya bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan berdampingan, membangun masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.(rls:kantahtanimbar/jk)

Kategori:
Tags:

Terkini