Kamis, 04 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu dan Berkat Kecil yang Menguatkan Mimpi Anak-anak Tanimbar

http://suaraanaknegeri.com | Olilit Barat, Kepulauan Tanimbar – Suasana penuh sukacita mewarnai pembukaan Novena Santo Barnabas Rasul di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (3/6/2026).

Di tengah kekhusyukan Misa pagi, terselip sebuah kisah sederhana yang menyentuh hati umat. Kisah itu lahir dari perhatian Pastor Paroki HKY Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, kepada dua anak yang sejak pagi hari telah mengabdikan diri melayani Tuhan sebelum berangkat menuntut ilmu di sekolah.

Mereka adalah Rangga Belay, siswa SMA Negeri 8 yang bertugas sebagai lektor mewakili Rukun Santa Maria, serta Hugo Ratuanik, siswa SD Don Bosco 1 yang melayani sebagai misdinar.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Adaut Kawal Keberangkatan Kapal ke Saumlaki

Bagi banyak orang, bantuan transportasi yang diberikan seusai Misa mungkin terlihat sederhana. Namun bagi kedua anak tersebut, perhatian itu menjadi tanda kasih yang memberikan semangat baru untuk terus belajar dan setia melayani.

Dari Mimbar Sabda Menuju Bangku Sekolah
Rangga Belay mengaku tidak menyangka akan menerima perhatian khusus dari pastor paroki setelah menjalankan tugasnya sebagai lektor pada pembukaan Novena Santo Barnabas Rasul.

“Bagi saya, berdiri di mimbar sebagai Lektor pada pagi hari ini, tepat di pembukaan Novena Santo Barnabas Rasul, adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Saya hanya ingin mempersembahkan suara dan diri saya untuk mewartakan Sabda Tuhan. Namun, kejutan manis dari Pastor Paroki setelah Misa sungguh membuat saya terharu,” ungkap Rangga.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Olilit Raya 1 Gencarkan Sambang Warga

Menurutnya, bantuan transportasi yang diterimanya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai materi yang terkandung di dalamnya.

“Bantuan uang transportasi yang Pastor berikan pagi ini mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, tetapi bagi saya yang akan langsung berangkat ke sekolah di SMA Negeri 8, ini adalah berkat yang sangat nyata dan berarti. Ini bukan sekadar ongkos perjalanan, melainkan wujud kepedulian Gereja yang membakar semangat saya untuk terus belajar dan setia melayani Tuhan,” katanya.

Rangga pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pastor Paroki dan Rukun Santa Maria yang selama ini mendukung perjalanan imannya. “Terima kasih, Pastor, dan terima kasih untuk dukungan Rukun Santa Maria yang selalu menguatkan langkah saya.”

Sukacita Seorang Misdinar Kecil
Perasaan bahagia yang sama juga dirasakan Hugo Ratuanik. Siswa SD Don Bosco 1 itu tampak berseri-seri setelah menyelesaikan tugas pelayanannya di altar.

Bagi Hugo, menjadi misdinar merupakan kebanggaan tersendiri. Kesempatan membantu pastor dalam perayaan Ekaristi selalu menjadi pengalaman yang dinantikannya. “Saya sangat senang sekali bisa bertugas menjadi misdinar di altar Tuhan pagi ini. Menjaga lilin dan membantu Pastor di altar selalu membuat saya bersemangat, apalagi hari ini hari pertama Novena Santo Barnabas.”

Kejutan yang diterimanya seusai Misa semakin menambah sukacita pagi itu. “Ketika selesai Misa dan Pastor memberikan hadiah uang transportasi untuk saya pergi ke sekolah di SD Don Bosco 1, saya kaget sekaligus senang sekali. Bantuan dari Pastor ini membuat saya makin semangat untuk rajin sekolah dan tidak malas bangun pagi untuk ikut Misa Harian.”

Dengan polos dan tulus, Hugo mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih banyak, Pastor Paroki yang baik. Uang ini sangat bermanfaat untuk saya hari ini.”

Kepedulian yang Menyentuh Hati Orang Tua
Perhatian yang diberikan Gereja tidak hanya membahagiakan anak-anak, tetapi juga menghadirkan rasa haru bagi para orang tua.

Mewakili keluarga Rangga Belay dan Hugo Ratuanik, para orang tua menyampaikan bahwa melihat anak-anak mereka melayani di altar sejak dini merupakan kebanggaan iman yang tidak ternilai.

“Sebagai orang tua, menyaksikan anak-anak kami berdiri di altar sejak pagi buta, baik sebagai Lektor maupun Misdinar, adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggaan iman yang tak ternilai. Kami selalu mendidik mereka agar mendahulukan Tuhan dalam segala hal, termasuk sebelum mereka menuntut ilmu di sekolah.”

Menurut mereka, bantuan transportasi yang diberikan Pastor Paroki menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti di tengah perjuangan membiayai pendidikan anak-anak.

“Penghargaan dan bantuan transportasi yang diberikan oleh Pastor Paroki pagi ini sungguh menyentuh hati kami. Di tengah perjuangan kami menyekolahkan anak-anak, perhatian sekecil apa pun dari Gereja terasa begitu besar dan meringankan beban kami hari ini.”

Mereka juga menilai bahwa tindakan sederhana tersebut menjadi teladan nyata bagi generasi muda. “Tindakan Pastor adalah khotbah yang hidup bagi anak-anak kami, mengajarkan mereka bahwa Tuhan tidak pernah menutup mata bagi siapa saja yang melayani-Nya dengan tulus.”

Pesan Pastoral RD Ponsianus Ongirwalu
Dalam peneguhan pastoralnya, RD Ponsianus Ongirwalu menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukanlah bentuk pembayaran atas pelayanan di altar, melainkan ungkapan kasih dan dukungan Gereja terhadap pendidikan anak-anak.

“Anak-anakku terkasih, Rangga dan Hugo, serta seluruh umat Paroki HKY Olilit Barat yang diberkati Tuhan. Apa yang Gereja berikan pagi ini bukanlah upah atas pelayanan kalian, karena pelayanan di altar tidak bisa dinilai dengan materi. Bantuan transportasi ini adalah tanda kasih, apresiasi, sekaligus doa dari seluruh jemaat agar kalian tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas secara intelektual dan kaya secara rohani.”

Mengawali Novena Santo Barnabas Rasul, pastor paroki mengajak umat meneladani sosok Barnabas yang dikenal sebagai pembawa penghiburan bagi banyak orang.
“Belajarlah dari Santo Barnabas Rasul yang namanya mulai kita renungkan dalam Novena hari ini. Beliau dikenal sebagai ‘Anak Penghiburan’ yang selalu membawa sukacita dan dukungan bagi sesama.”

Ia berharap pelayanan di gereja dan ketekunan belajar di sekolah dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menghadirkan terang bagi lingkungan sekitarnya.

“Jadikanlah pelayanan kalian di gereja dan ketekunan kalian di sekolah, baik di SMA Negeri 8 maupun SD Don Bosco 1, sebagai cara kalian menjadi ‘penghibur’ dan terang bagi keluarga serta teman-teman.” Pada akhirnya, pesan yang disampaikan RD Ponsianus Ongirwalu menjadi pengingat bahwa iman, pendidikan, dan kepedulian sosial adalah tiga fondasi yang saling menguatkan.

“Utamakan Tuhan dalam gerak langkahmu, maka Dia akan mencukupkan segala yang kau butuhkan untuk masa depanmu. Teruslah setia melayani, rajinlah belajar, dan jadilah kebanggaan orang tua serta Gereja.”

Di sebuah pagi sederhana di Olilit Barat, perhatian kecil itu telah menjelma menjadi pelajaran besar: bahwa kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata sering kali menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak untuk terus bermimpi, belajar, dan bertumbuh dalam iman.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini