Senin, 01 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

BPI Tanimbar dan Langkah Besar Penguatan SDM Perminyakan Maluku

Franky Noya: SDM Lokal Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap bersaing dalam industri energi dan perminyakan terus dilakukan PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) Tanimbar. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Saumlaki, Zaenal Arifin, ke kantor PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (29/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan tenaga kerja lokal, kesiapan menghadapi kebutuhan industri migas, peluang investasi, hingga dampak ekonomi dan perpajakan yang akan tumbuh seiring perkembangan sektor industri di Tanimbar.

Komisaris PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Franky Noya, mengungkapkan bahwa persoalan pengangguran terbuka di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pendekatan yang terencana dan berkelanjutan.

Baca juga: Brimob Maluku Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan di Tanimbar

Menurut Franky Noya, BPI telah menyusun peta jalan pengembangan SDM yang bertujuan mengurangi angka pengangguran terbuka sekaligus mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi berbagai peluang kerja yang akan hadir di masa depan. “Kita sudah mapping sampai semaksimal mungkin. Kita mencoba mengurai angka pengangguran terbuka di Tanimbar dan kontraknya itu tiga tahun,” ujar Franky Noya.

Ia menjelaskan bahwa program yang dikembangkan BPI tidak semata-mata difokuskan pada kebutuhan industri migas, tetapi juga dirancang untuk menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai sektor pendukung.

Menyiapkan SDM Sebelum Industri Bertumbuh
Franky Noya menegaskan bahwa pengembangan SDM harus dilakukan jauh sebelum kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar muncul.

Baca juga: Sat Samapta Polres Tanimbar Intensifkan Patroli Malam di Titik Rawan

Karena itu, BPI memilih membangun kapasitas masyarakat sejak sekarang agar ketika investasi mulai bergerak, tenaga kerja lokal telah siap bersaing. “Ini bukan hanya soal Masela. Kita bicara kebutuhan yang lebih luas dari itu,” katanya saat menjelaskan bahwa program pengembangan SDM tidak bergantung pada satu proyek tertentu.

Menurutnya, tahapan industri energi membutuhkan proses panjang sebelum memasuki fase konstruksi dan operasional. Karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan sejak dini melalui pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Lima Klaster Industri untuk Serap Tenaga Kerja
Sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, BPI telah merancang lima klaster industri yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Klaster tersebut meliputi sektor pangan, peternakan, pertanian, perikanan, serta berbagai sektor pendukung industri energi yang diproyeksikan berkembang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Kita sudah buat desain konsep ada lima klaster industri untuk multiplier effect. Salah satu contoh ada klaster pangan, peternakan, pertanian, perikanan. Di klaster ini juga dia menyerap sampai 500 sampai 1.000 orang,” jelas Franky Noya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh sektor industri utama, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Dari Tukang Taman Hingga Manajer
Salah satu keunggulan program yang dikembangkan BPI adalah pendekatan yang menyentuh seluruh tingkatan tenaga kerja.

Pelatihan dan sertifikasi tidak hanya diberikan kepada tenaga teknis, tetapi juga mencakup berbagai profesi pendukung. “Itu termasuk semua. Ibaratnya dari tukang taman sampai level manajer di atas. Kita mau berdayakan orang lokal sekaligus memberikan sertifikasi untuk membuka peluang kerja bagi semuanya,” tegas Franky Noya.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi budaya kerja industri modern.

Menurutnya, aspek tersebut sama pentingnya dengan kemampuan teknis karena akan menentukan keberhasilan tenaga kerja saat memasuki lingkungan kerja yang profesional.

Kolaborasi untuk Masa Depan Tanimbar
Dalam kesempatan itu, Kepala KP2KP Saumlaki, Zaenal Arifin, menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar seluruh proses pengembangan tenaga kerja dapat berjalan selaras dengan aspek administrasi dan perpajakan. “Saya diperintahkan pimpinan, coba koordinasikan dengan BPI. Intinya supaya kami bisa mendapatkan informasi yang utuh,” ujar Zaenal Arifin.

Menanggapi hal tersebut, Franky Noya menilai bahwa peningkatan kualitas SDM akan memberikan dampak luas, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi daerah dan negara melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi yang sehat. “Nanti kalau sudah jalan, negara dapat pajak. Bayangkan ribuan orang yang sekarang harus ikut aturan negara yang selama ini mungkin belum mereka pahami,” katanya.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri migas nasional dan internasional, Franky Noya meyakini bahwa investasi terbesar yang harus dipersiapkan saat ini adalah manusia. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh hadirnya proyek besar, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Dari Tanimbar, langkah besar itu kini mulai dibangun. Melalui pelatihan, sertifikasi, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, BPI berupaya memastikan bahwa masyarakat Maluku tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam pertumbuhan industri energi dan perminyakan di masa depan.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini