Paulus Laratmase| Penulis
–
BIAK — SUARA ANAK NEGERI | Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, Selfiana Marice Pattipeiluhu-Fun, SE, menegaskan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) WKRI ke-102 menjadi momentum memperkuat pelayanan kasih, persaudaraan umat, serta kepedulian sosial Gereja terhadap masyarakat, khususnya kaum lansia dan anak-anak.

Hal itu disampaikan Selfiana Marice Pattipeluhu saat diwawancarai media Suara Anak Negeri usai launching HUT WKRI ke-102 di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, semangat HUT WKRI tahun ini sejalan dengan panggilan Gereja untuk terus menghadirkan perempuan Katolik yang berdaya, peduli terhadap kehidupan, dan aktif dalam karya pelayanan sosial di tengah umat.
“WKRI Dewan Pengurus Cabang Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga bekerja sama dengan Dewan Paroki melaunching kegiatan HUT WKRI yang ke-102 sekaligus pembentukan Posyandu Lansia. Posyandu Lansia ini nantinya akan berjalan setiap bulan di lingkungan Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga,” ungkap Selfiana.
Ia menambahkan bahwa Posyandu Lansia tersebut nantinya akan berada di bawah koordinasi Dewan Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, dengan Koordinator pelayanan dipercayakan kepada Ibu Maria Desyline. Menurutnya, keberadaan Posyandu Lansia di bawah Dewan Paroki menjadi bentuk komitmen Gereja dalam menghadirkan pelayanan kesehatan dan pendampingan pastoral secara berkelanjutan bagi para lanjut usia.

Selfiana menjelaskan bahwa pembentukan Posyandu Lansia merupakan bentuk nyata perhatian WKRI terhadap kesehatan dan pendampingan pastoral bagi para lanjut usia di lingkungan Gereja. Menurutnya, lansia merupakan bagian penting dari kehidupan umat yang perlu mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan pelayanan berkelanjutan.
Selfiana mengatakan, tema HUT WKRI ke-102 yang menekankan pentingnya “merawat rahim kehidupan” menjadi refleksi bersama tentang tanggung jawab perempuan Katolik dalam menjaga nilai-nilai kasih, kehidupan, dan masa depan generasi.

“Perempuan memiliki peran besar dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat. Karena itu WKRI harus terus menjadi pelopor kasih, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat dan dengan semangat HUT WKRI, slogan lahir kembali semakin berarti dan terus berada dalam hati ibu ibu Wanita Katolik RI DPC Paroki St Maria Diangkat KeSurga Biak,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Paroki Santa Maria Biak dan seluruh umat yang telah mendukung pelaksanaan launching HUT WKRI ke-102 dengan penuh kebersamaan dan sukacita.
Menurut Selfiana, kolaborasi antara organisasi perempuan Katolik dan Dewan Paroki menjadi kekuatan penting dalam membangun pelayanan Gereja yang lebih menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Selain kegiatan rohani dan kebersamaan umat, rangkaian HUT WKRI ke-102 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang melibatkan anggota WKRI serta umat paroki.
“Puncak momen kegiatan atau HUT WKRI ke-102 ini akan jatuh pada tanggal 26 Juni 2026. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan umat sekaligus menjadi kesaksian kasih Kristus di tengah masyarakat,” tuturnya.





