Laporan Paulus Laratmase
–
BIAK, 19 April 2026 – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Kabupaten Biak Numfor berlangsung khidmat, penuh makna, dan sarat pesan moral di Masjid Baiturrahman Biak, Minggu malam (19/4). Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang spiritual yang mempererat persaudaraan lintas elemen masyarakat di Tanah Papua.
Baca juga: Bercinta dengan Matahari

Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, SH., M.M, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Zakarias Mailoa, ST., M.M. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRK Biak Numfor, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, akademisi, pimpinan lembaga vertikal, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, yang dibacakan dalam acara ini, disampaikan pesan mendalam tentang pentingnya MTQ sebagai bagian dari pembangunan spiritual masyarakat.
Baca juga: Hujan Gerimis

“MTQ bukan saja ajang perlombaan, tetapi merupakan wahana untuk memperkuat keimanan dan menanamkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dari sinilah kita berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Markus Mansnembra.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Tanah Papua, khususnya Biak Numfor, adalah daerah yang kaya akan nilai-nilai budaya, adat, dan semangat persaudaraan. Oleh karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman tersebut.
“Kita hidup di tanah Papua yang diberkati, tanah yang kaya akan budaya dan nilai persaudaraan. Karena itu, kita harus terus menjaga kebersamaan dalam keberagaman, saling menghargai, dan hidup damai dengan penuh sukacita,” lanjutnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI ini dinilai sukses berkat kerja keras panitia, Dewan Hakim, serta dukungan seluruh pihak. Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh hikmah.
Kepada para peserta, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Bagi yang meraih juara, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Dan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan kita,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga mendorong peran aktif Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan. Hal ini dinilai penting guna melahirkan generasi muda Papua yang tidak hanya cakap secara religius, tetapi juga berkarakter kuat dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Momentum penutupan MTQ ini juga dirangkaikan dengan pelepasan kafilah Kabupaten Biak Numfor yang akan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua di Sentani, Kabupaten Jayapura. Kepada para peserta yang terpilih, Bupati berpesan agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta membawa nama baik daerah dengan penuh tanggung jawab.
“Kami semua masyarakat Biak Numfor mendoakan agar kafilah yang berangkat dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Pergilah dengan semangat, dan kembalilah dengan kebanggaan,” pesan Markus Mansnembra.
Penutupan MTQ XXXI ini menjadi penegas bahwa syiar Al-Qur’an terus hidup dan berkembang di Tanah Papua. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ telah menjadi sarana pembinaan umat, penguatan nilai spiritual, serta perekat persatuan dalam keberagaman.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, harapan besar pun disematkan kepada generasi muda Biak Numfor untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai, bermartabat, dan berkeadaban di masa depan.

