Sabtu, 07 November 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

ETALASE PUKUL DUA PAGI

Puisi oleh : Yusufachmad Bilintention

Di bawah neon yang retak,
bau selokan bercampur uap debu.

Lorong kaca memanjang,
disangga tiang-tiang yang mulai kusam.

Baca juga: BERAS SPHP BULOG TAK BOLEH HANYA UNTUK YANG MAMPU MEMBELI 5 KG: SUARA RAKYAT KECIL DARI LANGGUR MENGETUK HATI PEMERINTAH

Orang-orang lalu lalang
membawa kantong, kardus,
dan sisa lelah yang tak sempat ditinggalkan di rumah.

Di depan etalase,
gaun-gaun tergantung tanpa tubuh.

Sepatu berjajar rapi.
Topi usang, jins pudar,
dan tas-tas yang menunggu disentuh pembeli berikutnya.

Baca juga: Jangan Sibuk Menghitung Recehan Tukang Cukur dan Tukang Pijat

Asap rokok naik perlahan.

Bercampur minyak wangi murah,
bau knalpot,
dan sisa hujan yang mengering di trotoar.

Perempuan-perempuan menjaga toko
dengan mata yang mulai berat.

Mereka merapikan gantungan,
menghitung uang receh,
menarik napas panjang
ketika lorong mulai sepi.

Menjelang dini hari,
lampu satu per satu dipadamkan.

Di kaca etalase yang gelap,
bayangan terakhir masih tertinggal,

seperti seseorang
yang pulang paling akhir.

Untuk tulisan lain silakan kunjungi:
🌐 Jejak Karya & Platform Yusufachmad Bilintention
• 📺 YouTube → youtube.com/@bilintention
• 📖 Blogspot → yusufachmad-bilintention.blogspot.com
• 📰 Kompasiana → kompasiana.com/yusufachmad7283
• 📷 Instagram → @yusufachmad2018
• 📘 Facebook → facebook.com/profile.php?id=61559794614211
• 🌐 Suara Anak Negeri News → suaraanaknegerinews.com
• ✍️ Medium → medium.com/@yusufachmad2018
• 📑 Flipboard → flipboard.com/@yusufachmad4bpu
• 💼 LinkedIn → linkedin.com/in/yusuf-achmad-3b89632b6
• 🕊️ X (Twitter) → x.com/yusufachma84290

Kategori:
Tags:

Terkini