Memupuk Semai di Rumah Kedua: Menunggalkan Langkah Pendidikan di Saumlaki
Oleh: Johanis Kopong
–
Saumlaki |https://suaraanaknegeri.com – Sabtu (29/08/2026). Riuh langkah kaki para orang tua memecah keheningan kompleks SD Naskat Don Bosco 3 Saumlaki di Jalan Flamboyan, Kampung Babar. Di dalam ruang aula sederhana yang menampung harapan ratusan wali murid dari Kelas I hingga VI, sebuah ikhtiar besar sedang dipersiapkan. Pada Sabtu pagi tersebut, lembaga pendidikan Katolik di bawah naungan Yayasan Bintang Timur Sub Perwakilan Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini menggelar musyawarah guna menyongsong dan mematangkan langkah memasuki Tahun Ajaran 2026/2027.
Atmosfer kekeluargaan begitu terasa tatkala gema lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bintang Timur usai dilantunkan. Pertemuan dibuka lewat sebait doa, sesejuk pendoanya yang memohon agar setiap dialektika yang lahir di ruangan tersebut dilandasi cinta kasih, keikhlasan saling mengampuni, serta bermuara pada satu tujuan: tumbuh kembang anak-anak Tanimbar.

Baca juga: Jejak Kasih Seabad PBHK di Bumi Duan Lolat: Kala Langkah Kaki Menjemput Panggilan Generasi Penerus
Keterbukaan Pengelolaan Dana Operasional
Langkah awal transparansi diperagakan secara akuntabel oleh bendahara sekolah. Di hadapan para wali murid yang disapa hangat sebagai “bapa ibu orang tua hebat”, pihak sekolah memaparkan secara perinci penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai Rp215 juta untuk alokasi satu tahun anggaran.
Dana yang dicairkan dalam dua tahap periodik tersebut dibedah tanpa ada yang ditutupi. Tahap pertama (Januari–Juni) sebesar Rp107.695.000 dialokasikan secara rasional untuk pembayaran honorarium karyawan, guru non-PNS, dan tenaga kependidikan sebesar Rp57 juta sekian, pemenuhan belanja wajib operasional rutin seperti kebutuhan ATK, wifi, air galon, dan air tangki sebesar Rp18 juta sekian, serta pelaksanaan agenda wajib siswa mulai dari ujian praktik hingga kegiatan rekoleksi spiritual.
“Tahap 2 Juli sampai Desember, dana dialokasikan utk pramuka dan drum band. Ruangan baru toilet siswa diusahakan tahap berikutnya,” papar bendahara sekolah penuh keterbukaan di hadapan peserta rapat.

Menanam Nilai Karakter dan Menghalau Emosi
Kepala Sekolah SD Naskat Don Bosco 3 Saumlaki, Sr. Maria Magdalena, TMM, tampil menyampaikan narasi pendidikan yang mendalam sekaligus lugas. Dalam pandangannya, sekolah bukanlah sekadar panggung transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan rumah kedua bagi pembentukan jiwa-jiwa muda.
“Ini pertemuan sukacita, kehadiran bukti kepedulian. Terimakasih atas kepercayaan bagi kami. Sekolah ini berdiri untuk bersama sama anak murid tumbuh berkembang. Rumah pertama, orang tua, rumah kedua, sekolah. Sesuai visi, menjadi komunitas yg unggul dan peduli kami bertekad didik bukan cuma cerdas tapi peduli, berhati kasih, jujur, adil, tanggungjawab, pantang menyerah. Sekolah rumah kedua, disambut, dibimbing, ini perlu dukungan bapa ibu dirumah. Kami menanam, bapa ibu menyiram,” tutur Sr. Maria Magdalena, TMM.
Dengan nada santun namun tegas, Sr. Maria menggarisbawahi pentingnya menyelesaikan setiap dinamika persekolahan dengan kepala dingin. Beliau tidak menampik bahwasanya dinamika hubungan sekolah dan wali murid pernah berada di titik krusial pada masa lalu.
“Mari jaga nama baik lembaga sekolah melalui jalur baik, penuh kasih dan berkepala dingin. Tahun lalu ada org tua yg dtg ngamuk bahkan lapor polisi. Disini ajar anak utk santun. Ditegur bukan suatu kebencian. Sekolah ini pencinta pendidikan sesuai visi misi, kasih, unggul, peduli. Kami tak mungkin aniaya anak anak. Karakter anak anak perlu diasah sejak dini. Pendidikan anak tugas mulia tapi tidak ringan,” tambah Sang Kepala Sekolah mengingatkan.

Sinergi Tiga Pilar Pendidikan
Pesan senada digaungkan oleh perwakilan Yayasan Bintang Timur Sub Perwakilan Kepulauan Tanimbar, SR.CHRISTIN UFI,TMM. Mewakili Ketua Yayasan yang tengah bertugas dinas di Larat sebagai PNS, perwakilan yayasan menegaskan pentingnya penguatan ‘Tiga Pilar’ Yayasan, Sekolah, dan Orang Tua dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan bukan hanya dipikul yayasan, pihak sekolah, tapi tanggung jawab bersama org tua. Kerangka dan landasan pendidikan penuh dedikasi, org tua pendukung utama, saling dukung, anak bukan hanya cerdas tapi berbudi pekerti unggul, berkarakter, kami komitmen jaga kwalitas pendidikan… 3 pilar ini harus dikuatkan, bergandengan tangan lebih baik ke depan,” tegas perwakilan yayasan.
Pihak yayasan juga menyampaikan apresiasi mendalam atas loyalitas luar biasa para dewan guru yang tetap berdedikasi tinggi meski berada dalam keterbatasan honorarium, sembari membuka ruang dialog yang konstruktif untuk bersama-sama mencari solusi kesejahteraan tenaga pendidik.

Visi Akademik dan Penegakan Disiplin Kasih
Pada sesi diskusi dan pemaparan Visi-Misi serta Tata Tertib, suasana berlangsung hangat. Para dewan guru menjabarkan target strategis sekolah, mulai dari persiapan Ujian TKA untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, hingga mewujudkan komunitas pendidikan yang ekologis, adil, dan berdaya juang tinggi.
Tata tertib disusun bukan untuk mengekang, melainkan sebagai wadah pembentukan disiplin anak yang dijalankan berdasarkan kasih. Setiap siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang adil dan memanfaatkan fasilitas sekolah dengan baik, sembari menjalankan kewajiban menghormati Tuhan, hadir tepat waktu, dan menjaga kesantunan.
“Peserta didik yang langgar aturan diberi pembinaan dengan nilai kasih,” ulas dewan guru saat menjelaskan koridor pembinaan karakter anak.
Akomodasi Aspirasi dan Komitmen Bersama
Beberapa poin krusial yang mengemuka dari aspirasi orang tua langsung ditanggapi secara akomodatif dan terbuka oleh Kepala Sekolah di penghujung musyawarah.
“Menyangkut komite, saat kami susun RKAS, selalu dikomunikasikan dengan Komite Sekolah. Kami sama sama bersama Komite susun RKAS. Soal dana, kami akan menata kembali soal dana,” pungkas Sr. Maria Magdalena, TMM.
Musyawarah hari itu diakhiri dengan kesepahaman bersama. Pertemuan di ruang aula Don Bosco 3 bukan sekadar rutinitas kalender akademik biasa, melainkan sebuah penegasan kembali atas janji peradaban: bahwa di tanah Tanimbar ini, kecerdasan intelegensi dan kelembutan budi pekerti anak-anak akan terus dirawat bersama, lewat komunikasi yang jujur, kasih yang tak putus, dan kerendahan hati untuk saling menopang.


