Jumat, 28 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Jejak Kasih Seabad PBHK di Bumi Duan Lolat: Kala Langkah Kaki Menjemput Panggilan Generasi Penerus

 

Meniti Bakti di Bumi Yamdena: Refleksi Seabad Karya PBHK dan Harapan Masa Depan Tanimbar

​Oleh: Johanis Kopong

Baca juga: Menjemput Denyut Ekonomi dari Lembah Kabut: Jejak Swadaya Botom Coffee Memuliakan Permata Hitam Oksibil

Saumlaki, https://suaraanaknegeri.com – Jumat, 28 Agustus 2026. Pagi di Saumlaki menyapa dengan kehangatan yang tak biasa. Di Natar Kaumpu, ruang publik yang menjadi jantung kehidupan sosial Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melangkah sekitar 800 pasang kaki dalam ritme yang selaras. Namun, derap langkah dalam kegiatan jalan santai tersebut menyimpang dari sekadar gestur olahraga dan ajang kebersamaan formal semata.

Di balik kesederhanaan gerak tubuh pagi itu, tersirat sebuah perjumpaan batin yang mendalam, sebuah jalan sunyi refleksi seabad pengabdian Tarekat Puteri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang telah menancapkan akar perutusannya di tanah Tanimbar sejak seratus tahun silam.

​Di antara deretan peserta yang melintasi ruas jalan Protokol Mathilda Batlayeri, menyusuri jalan Ki Hadjar Dewantara, hingga memanjang di sepanjang pesisir jalan Ir. Soekarno menuju Taman Kota Saumlaki, tampak harmoni sosial yang begitu padu.

Baca juga: Pemdes Latdalam dan Bomaki Apresiasi INPEX Masela Jelang HUT Ke-81 RI: Dorong Kesejahteraan dan Karakter Anak

Pemerintah Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan dan anggota DPRD, para pimpinan OPD, hingga figur-figur jubah putih, para pastor dan suster PBHK, ALMA, serta DSY berjalan bersisian dengan anak-anak sekolah, kaum ibu dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), utusan paroki, stasi, serta elemen masyarakat luas.

​Suasana sukacita penuh kekeluargaan itu mencapai puncaknya di Taman Kota Saumlaki, tatkala seluruh peserta melebur dalam gerak senam bersama yang dipandu oleh instruktur Rosadelima Yempormase dan tim sanggar senam LovDes. Langkah demi langkah yang menapaki bumi Yamdena ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ziarah panjang menuju puncak perayaan satu abad karya PBHK di Tanimbar.

Kegiatan dipusatkan di Natar Kaumpu dan diikuti berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, para pastor dan suster PBHK, ALMA, DSY, anak-anak sekolah, WKRI, hingga utusan dari berbagai paroki dan stasi serta undangan lainnya,” ujar panitia menggambarkan kebersamaan tersebut.

​Kegiatan yang diawali secara khidmat melalui doa penyerahan oleh Pastor Vicky, Pr sebelum dilepas oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar ini menyimpan pesan perutusan yang jauh lebih fundamental. Seabad karya PBHK bukanlah sekadar angka statistik dalam perputaran waktu, melainkan imperatif moral untuk merawat keberlanjutan nyala api pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan karya pastoral-sosial.

Panggilan dari Bumi Duan Lolat

​Dalam bentangan sejarah satu abad, PBHK telah mengukir jejak monumental di Kepulauan Tanimbar. Dari pengelolaan asrama putri yang menempa karakter perempuan Tanimbar, pendidikan keterampilan, hingga operasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Imaculata, PBHK secara konsisten menjadi pilar pencerahan intelektual dan moral. Di sektor kesehatan, dedikasi itu mewujud nyata melalui jejak historis Rumah Sakit Fatima, yang kini dikelola oleh Keuskupan Amboina sebagai oase kesembuhan bagi masyarakat kepulauan.

​Namun, tantangan terbesar dari perayaan yubileum ini bukanlah bagaimana memegahkan masa lalu, melainkan bagaimana menyiapkan generasi penentu masa depan. Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Karya Tarekat PBHK di Tanimbar, Apolonia Laratmase, menegaskan bahwa momentum jalan santai ini secara khusus dirancang sebagai media sosialisasi dan ruang refleksi bagi lahirnya benih-benih panggilan baru dari bumi Duan Lolat.

Misi panggilan ini untuk menyuarakan bagi puteri-puteri Tanimbar agar boleh mengambil bagian dan masuk dalam Tarekat PBHK. Kita sama-sama mengetahui bahwa para suster PBHK sudah berkarya dan membuktikan misi pelayanan mereka di bidang pendidikan dan kesehatan di Tanimbar dengan sepenuh hati,” kata Apolonia Laratmase.

​Apolonia menekankan pentingnya sinergi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Keberlanjutan karya suci ini membutuhkan topangan utuh, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, para pimpinan OPD, para kepala desa, pimpinan paroki dan stasi, hingga seluruh lapisan umat Katolik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa perjalanan 100 tahun karya PBHK di Tanimbar bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menyiapkan generasi penerus panggilan dan pelayanan di tengah masyarakat,” ungkap Apolonia Laratmase.

Menyemaikan Kemanusiaan di Pelosok Negeri

​Kegiatan Yubileum PBHK secara konsisten memadukan dimensi spiritualitas dengan aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Kehadiran para suster PBHK dalam rentang waktu seratus tahun tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi meluas hingga ke pelosok wilayah kepulauan melalui sentuhan kasih yang menyapa mereka yang rentan dan membutuhkan.

​Melalui keterlibatan aktif dalam bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis, PBHK terus menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pembangunan manusia di Tanimbar. Pemberian alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia menjadi bukti konkret bahwa misi pelayanan gereja senantiasa berorientasi pada pemuliaan martabat manusia tanpa membeda-bedakan.

Ziarah Panjang Menuju Puncak Yubileum

​Rangkaian perayaan Yubileum 100 Tahun PBHK sebenarnya telah bertunas sejak awal tahun. Pencanangan perayaan secara resmi dibuka pada Senin, 16 Februari 2026, yang dimulai dengan doa di depan Gedung Natar Kaumpu, dilanjutkan jalan sehat menuju Pusat Karya Pastoral MSC Saumlaki dan senam bersama.

Sejak hari itu, panitia memancangkan komitmen bahwa Yubileum bukanlah ritus seremonial yang hampa, melainkan gerakan sosial kerohanian untuk menghidupkan kembali semangat kasih, pelayanan, dan perutusan para suster di tengah riak tantangan zaman.

​Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang menyentuh akar rumput. Pada 22 Maret 2026, panitia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyelenggarakan bakti sosial kemanusiaan di Kota Larat dan Desa Lamdesar Timur, Kecamatan Tanimbar Utara.

Pelayanan kesehatan gratis diakses oleh 116 warga, sementara uluran tangan berupa kursi roda, alat bantu jalan, dan tongkat lansia diserahkan kepada 17 penerima manfaat disabilitas dan lanjut usia. Aksi kasih ini sekaligus menjadi wahana hidup untuk menyuarakan panggilan membiara kepada orang muda di wilayah utara Tanimbar.

Harmoni Seni, Devosi, dan Gotong Royong Umat

​Spiritualitas yubileum semakin terasa hidup ketika berpadu dengan tradisi devosi marial dan ekspresi seni budaya kaum muda. Keterlibatan ribuan umat dalam Reli Rosario memperlihatkan betapa kuatnya ikatan iman dan kebersamaan yang telah terbangun selama seabad antara para suster PBHK dan masyarakat Tanimbar.

​Di sisi lain, panggung kompetisi paduan suara OMK menjadi ruang perjumpaan kreatif bagi generasi muda untuk mengolah bakat sekaligus menyerap nilai-nilai misioner. Semangat partisipasi ini kian lengkap dengan aksi gotong royong warga dan anggota Legio Christi dalam mempersiapkan sarana fisik penunjang acara puncak, yang mencerminkan tradisi kepedulian bersama yang kental.

​Seluruh ziarah seabad ini akan bermuara pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dalam Perayaan Ekaristi Maha Kudus yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, umat Tanimbar akan melantunkan madah syukur seabad pengabdian seraya memohon agar dari rahim bumi Yamdena, terus lahir puteri-puteri terbaik yang siap melanjutkan obor pelayanan PBHK bagi gereja dan ibu pertiwi.

​(Sumber: sl)

Kategori:
Tags:

Terkini