Oleh Mansarisa
–
Setiap Keret atau marga di sebuah kampung (yar mnu), memiliki sejarah asal usulnya masing-masing. Kadang, ada yang sama bahkan ada yang sama sekali berbeda dari Keret lain dalam sebuah kampung. Sejarah asal usul inilah yang akan dipakai untuk mengklaim kedudukannya dalam Kankon Mnu.
Salah satu penentu sebuah Keret/leluhur Keret masuk ke sebuah kampung adalah Syos Keret (silsilah marga turunan). Sudah berapa generasi Keret tersebut tinggal di sebuah kampung? Siapa leluhur pertama yg masuk di kampung tersebut? Dan jika dihitung dari leluhur pertama sampai generasi terakhir ada berapa generasi?
Dengan demikian kita akan tahu kita masuk dalam sebuah kampung itu sudah berapa lama. Selain itu, untuk melacak asal usul kita, bisa melalui apa yang disebut “SIM” atau “Keret Kasun” (marga kecil). Pada marga Biak ada terbagi lagi ke dalam marga kecil. Marga kecil ini bisa diambil dari nama leluhur, nama nasan (pangkat), nama tempat asal usul atau sebuah peristiwa tertentu di masa lalu.
Misalnya, nama-nama pangkat /nasan yang di pakai seperti “Korano, Kapitarauw, Kapisa, Urbasa, Mayor, Rajauw” dan lainnya. Nah, terkait dengan nama-nama nasan ini berkaitan erat dengan leluhur mereka yang memiliki nasan tersebu


