Sabtu, 13 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Milikilah Kerinduan Akan Allah dalam Hidupmu

Oleh: Johanis Kopong

 

http://suaraanaknegwri.com | Saumlaki – Di tengah dinamika kehidupan yang semakin dipenuhi berbagai tuntutan, manusia kerap larut dalam kesibukan hingga tanpa disadari menjauh dari sumber kedamaian sejati, yakni kehadiran Allah. Dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak umat untuk terus memelihara kerinduan akan Tuhan sebagai dasar perjalanan iman.

Baca juga: ATR/BPN Perkuat Tata Ruang untuk Dukung KSPEAN Papua Selatan

Dalam renungan Sabtu pagi, 13 Juni 2026, yang berpijak pada Injil Lukas 2:41–51, Pastor Pius mengangkat peristiwa ketika Yesus yang masih berusia dua belas tahun tertinggal di Bait Allah. Peristiwa itu bukan sekadar kisah keluarga yang kehilangan anak, melainkan sebuah pelajaran rohani tentang pencarian manusia terhadap Allah.

“Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya,” demikian kutipan Injil yang menjadi landasan refleksi.

Pastor Pius menjelaskan bahwa kecemasan Santa Perawan Maria dan Santo Yosef ketika mencari Yesus menggambarkan kerinduan mendalam seorang yang sungguh beriman. Sebaliknya, ketika seseorang tidak lagi merasa kehilangan Tuhan dalam hidupnya, saat itulah iman perlu kembali diperiksa.

Baca juga: BPN Tanimbar Tetapkan Lokasi Akses Reforma Agraria Fase I 2026

“Orang beriman sejati akan cemas dan gelisah bila Tuhan absen dalam hidupnya. Orang beriman benar adalah mereka yang memiliki kerinduan akan Tuhan dan selalu mencarinya dalam ziarah iman,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Menurutnya, Yesus melalui peristiwa di Bait Allah memperlihatkan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang menempatkan kehendak Bapa sebagai prioritas utama. Sikap itu menjadi teladan bagi setiap orang beriman agar tidak membiarkan ambisi, pekerjaan, maupun kepentingan duniawi mengambil tempat yang semestinya menjadi milik Tuhan.

Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengajak umat belajar dari keteladanan Bunda Maria yang tidak larut dalam kegelisahan. Ia memilih menyimpan setiap peristiwa dalam hati dan merenungkannya dengan kebijaksanaan sebelum mengambil makna yang lebih dalam.

“Bunda Maria dan Santo Yosef adalah teladan orang beriman benar. Atas peristiwa yang terjadi, Bunda Maria menyimpan dan merenungkan dalam hatinya dengan bijaksana. Kita belajar mencari dan menemukan kehendak Tuhan dalam hidup seperti Bunda Maria,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi yang relevan di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ketika banyak orang terdorong untuk segera menemukan jawaban atas setiap persoalan tanpa memberi ruang bagi keheningan dan permenungan. Padahal, dalam tradisi iman Kristiani, keheningan merupakan jalan untuk mengenali kehendak Allah yang bekerja dalam setiap peristiwa kehidupan.

Melalui renungan sederhana namun sarat makna ini, Pastor Pius Heljanan, MSC mengingatkan bahwa ukuran kedewasaan iman bukan hanya tampak dalam rutinitas ibadah, tetapi juga dalam kerinduan yang terus hidup untuk mencari, mengenal, dan menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan.

Dari kerinduan itulah lahir ketenangan, kebijaksanaan, dan kemampuan melihat setiap pengalaman hidup sebagai bagian dari penyelenggaraan kasih Tuhan.

Kategori:
Tags:

Terkini