Mengubah Potensi Padi Gogo Tanimbar Menjadi Penyuplai Utama Kawasan Strategis Masela
Oleh: johanis kopong
Baca juga: Merajut Kebangsaan di Batas Selatan: Sinergi Danlanal Saumlaki dan Gereja Katolik Tanimbar
JAKARTA | suaraanaknegeri.com – Jumat, 18 September 2026. Beroperasinya Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di masa mendatang tidak hanya dipandang sebagai lompatan besar di sektor energi, tetapi juga peluang kebangkitan ekonomi berbasis perdesaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bergerak cepat menyusun fondasi ketahanan ekonomi daerah guna menyambut era baru kawasan industri minyak dan gas tersebut.
Langkah diplomasi birokrasi ini diwujudkan melalui agenda diskusi tingkat tinggi dan coffee morning antara Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama jajaran Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Drs. Francois Zadrach Tagurihy, serta diterima langsung oleh jajaran direktur di lingkungan Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT.
Baca juga: Air Mata di Kaki Sang Guru: Sebuah Pengakuan Tulus dari Pesisir Lauran
Gagasan Lumbung Pangan Berbasis Komoditas Lokal
Gagasan utama yang diusung dalam pertemuan strategis tersebut adalah menyiapkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar mampu bertransformasi menjadi penyedia kebutuhan pangan (food supply) utama bagi kawasan industri migas Blok Masela. Bupati Ricky Jauwerissa menggarisbawahi potensi komoditas pertanian lokal Tanimbar yang dinilai sangat prospektif, khususnya varietas padi Gogo.
“Hasil panen padi Gogo kita sangat melimpah dan memiliki keunikan tersendiri, mulai dari varietas padi merah, padi hitam, hingga padi putih. Ke depan, Pemkab KKT akan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menyerap dan membeli beras lokal hasil tani masyarakat. Langkah ini menjadi stimulus awal sebelum kita masuk ke skala penyedia pangan untuk pekerja Blok Masela,” ujar Bupati Jauwerissa.
Guna mewujudkan visi tersebut, kedua pihak menyepakati tujuh poin strategis penunjang, mulai dari penguatan sinergi lembaga, pengarusutamaan kebijakan pembangunan desa di lokasi penunjang PSN, penyaluran program unggulan pusat, pemberdayaan generasi muda (Gen Z) sebagai penggerak ekonomi kreatif, hingga advokasi hak-hak hukum masyarakat desa dan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan terluar.
Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Kelestarian Ekosistem
Jajaran Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pihak kementerian menegaskan kesiapannya untuk mengawal pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar warga Tanimbar dapat berperan aktif serta menerima manfaat optimal dari hadirnya investasi skala besar.
Sebagai tindak lanjut, Kemendes PDT memberikan tiga arahan strategis, yaitu penyusunan dokumen inventarisasi dan pemetaan potensi desa secara komprehensif (assessment), penjagaan kelestarian fungsi hutan serta ekosistem darat dan laut di tengah pesatnya pembangunan fisik, serta sinkronisasi program pembangunan daerah dengan program strategis kementerian secara berkesinambungan.
Melalui pendekatan yang inklusif dan bertahap ini, Kabupaten Kepulauan Tanimbar di bawah kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa optimis mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menyambut era kemandirian daerah yang berkelanjutan di Bumi Duan Lolat.
(Sumber: Tanimbar.go.id)


