Meluruhkan Dendam, Merengkuh Rahmat: Menemukan Kedamaian Lewat Pengampunan Hakiki
Oleh: Johanis Kopong
Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Minggu, 13 September 2026
Baca juga: Menjaga Kedalaman Hati di Tengah Riuk Dunia
Di tengah keheningan suasana ibadah dan refleksi iman, sebuah pesan luhur menggema dari jantung pendidikan teologi Asia. Berada jauh dari tanah air, kesadaran spiritual akan pentingnya keterbukaan hati kembali disuarakan secara mendalam.
Keterangan ini disampaikan oleh RD. Dominics Baldawins Masriat sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila – Filipina, bertempat di Central Seminary UST Manila, Filipina. Dalam perenungan liturgis Hari Minggu Biasa Pekan XXIV ini, beliau menekankan bahwa menyimpan kebencian pada dasarnya hanya akan merusak jiwa manusia.
”Menaruh dendam dan amarah adalah tindakan yang merusak diri sendiri dan memutus hubungan kita dengan Allah. Oleh karena itu, hentikanlah permusuhan dan berusaha untuk saling mengampuni. Ingat selalu bahwa mengampuni sesama dari kedalaman hati adalah syarat mutlak untuk menerima pengampunan dan belas kasih Allah,” tegas RD. Dominics Baldawins Masriat.
Panggilan Hidup dalam Kristus
Lebih lanjut, landasan teologis yang dipaparkan mengarahkan umat untuk menyadari hakikat keberadaan hidup di dunia. Setiap pribadi diundang untuk menjadikan teladan Kristus sebagai tolok ukur utama dalam bersikap dan berelasi dengan sesama.
”Kristus telah mati dan bangkit untuk menjadi Tuhan atas orang-orang hidup dan mati. Maka, hendaklah seluruh tindakan kita harus mencerminkan kasih-Nya,” lanjut beliau menutup perenangannya.
Rangkaian refleksi ini ditutup dengan sebuah doa bersahaja namun sarat makna, memohon kerendahan hati agar setiap jiwa dimampukan untuk melepaskan beban ketidakberdayaan dan saling mengampuni dengan tulus.
(Sumber: RD. Dominics Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa UST Manila – Filipina)


