MINGGU 13/9/2026
Minggu Biasa XXIV (H)
– Sirakh 27:30-28:9
– Roma 14:7-9
– Matius 18:21-35
Yesus mengatakan: “Ampunilah saudaramu, BUKAN sampai tujuh kali, MELAINKAN tujuh puluh kali tujuh kali.” Tentu Yesus tidak bermaksud dihitung 70 × 7 = 490, karena tak mungkin seorang diampuni sebanyak itu. Jadi, apa kiranya maksud Yesus?
Artinya, mengampuni tanpa batas. Karena Tuhan itu Maha Pengampun. Tuhan bukan pendendam. Itulah sebabnya ketika kita mengampuni maka kita benar-benar menjadi milik Tuhan. Seperti dikatakan rasul Paulus hari ini dalam bacaan pertama (Roma 14:7-9): “Entah hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan.
Baca juga: Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha
Saudari – saudara terkasih.
1). Ketika kita mengampuni maka saat itu juga kita diampuni. Mengampuni untuk diampuni. Mengampuni itu bukan hanya demi orang lain, tetapi juga (bahkan terutama) untuk keselamatan diri kita sendiri.
2). Banyak orang suka marah, suka dendam, sulit mengampuni dan bahkan balas dendam kepada orang lain (entah itu orang lain di kalangan keluarga, sahabat-kenalan, teman kerja atau siapa saja); itu sama dengan sedang menghukum diri sendiri.
Marah dan dendam itu bagaikan tembok penjara yang mengasingkan diri dari sesama dan Tuhan. Bila berniat mengampuni, maka jangan berpikir kepada orang lain: “enak saja dia”, tetapi berpikirlah bahwa kamu sedang membebaskan diri dari belenggu penyiksaan untuk menjadi orang bebas, bahagia dan selamat. Intinya: Ampunilah maka kamu pun akan diampuni. Tuhan memberkati. Amin.
Baca juga: TORA BUNGA GENJER — “DUKA IBU PERTIWI”
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Sunday, September 13, 2026


