Oleh: joko
Saumlaki, Suara Anak Negeri – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran peserta pelatihan kompetensi berstandar industri migas pada 8 Juli 2026, PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) menegaskan bahwa proses rekrutmen dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan berbasis kompetensi. Program ini diprioritaskan bagi putra-putri Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan tenaga kerja pada pengembangan Proyek LNG Blok Masela.
Koordinator PT Bangkit Prestasi Insani, Ariston Duarmas, saat ditemui Suara Anak Negeri di Kantor BPI, Jalan Dr. Budiono, Saumlaki, Selasa (7/7/2026), menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya menggunakan data yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tetapi juga membuka kesempatan pendaftaran bagi masyarakat umum.
“Terkait data peserta yang kami terima dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 3.717 orang, kami tidak serta-merta mengakomodasi seluruh data tersebut. Sebagai bentuk transparansi, kami membuka pelayanan pendaftaran secara umum. Di situlah bukti bahwa proses ini terbuka bagi semua masyarakat yang memenuhi persyaratan,” ujar Ariston.
Menurutnya, sistem tersebut bertujuan menghasilkan calon tenaga kerja yang benar-benar siap mengikuti seluruh tahapan pembinaan hingga memasuki dunia industri migas.
Seleksi Berjenjang hingga Penempatan Kerja
Menjawab pertanyaan mengenai kepastian peluang kerja bagi peserta setelah mengikuti pelatihan, Ariston menegaskan bahwa program yang dijalankan tidak berhenti pada penerbitan sertifikat semata, tetapi merupakan rangkaian pembinaan menuju dunia kerja.
Baca juga: Kantah Tanimbar Gandeng INPEX dan Pemda, Perkuat Akses Reforma Agraria
Ia menjelaskan, proses dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan pembentukan karakter dan disiplin bekerja sama dengan Mako Brimob Saumlaki, pemeriksaan kesehatan (medical check-up), pelatihan kompetensi sesuai minat dan bakat, pelatihan keselamatan kerja (safety), pengurusan legalitas dan asuransi, hingga program magang pada perusahaan mitra BPI di berbagai daerah seperti Jakarta dan Surabaya.
“Setelah seluruh tahapan selesai, peserta akan masuk ke dunia industri. Total ada sekitar 10 tahapan yang wajib diikuti sebelum benar-benar siap bekerja,” katanya.
Ariston menambahkan bahwa pelatihan mencakup sekitar 50 bidang kompetensi, mulai dari operator LNG, scaffolding, welding, safety officer, rigger, electrical, piping inspector, mekanik, logistik, perhotelan, operator pelabuhan, hingga berbagai bidang pendukung industri migas lainnya.
Putra Daerah Jadi Prioritas
BPI memastikan bahwa keberadaan Proyek Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi dasar utama perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Karena Blok Masela berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, maka prioritas penyerapan tenaga kerja adalah putra-putri Tanimbar sendiri,” tegas Ariston.
Ia berharap seluruh data peserta yang telah diverifikasi nantinya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi.
Ariston juga mengimbau masyarakat yang telah mendaftar agar bersabar menunggu pengumuman tahapan berikutnya.
“Peserta harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Tidak semua pendaftar otomatis akan memperoleh sertifikat. Sertifikasi hanya diberikan kepada peserta yang benar-benar memiliki kemampuan, komitmen, disiplin, dan konsisten mengikuti seluruh proses pelatihan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap peserta akan dinilai berdasarkan kompetensi pada bidang yang dipilih sehingga sebagian peserta berpotensi gugur apabila tidak memenuhi standar.
“BPI hanya akan mengeluarkan sertifikat kepada peserta yang benar-benar siap bekerja dan memiliki komitmen tinggi terhadap bidang migas yang dipilih. Kami bekerja untuk Tanimbar dan Tanimbar membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas,” katanya.
Peserta Optimistis Sambut Peluang Blok Masela
Salah seorang calon peserta, Victor Soukota (32), lulusan S1 Akuntansi, mengaku optimistis meski latar belakang pendidikannya berbeda dengan sektor migas.
“Sambil kuliah saya pernah magang di Bank Panin, BPJS, serta mengikuti berbagai sertifikasi kompetensi. Saat ini seseorang harus fleksibel. Jangan hanya terpaku pada jurusan kuliah, tetapi harus mampu memanfaatkan setiap peluang kerja yang tersedia,” ujarnya.
Victor berharap program tersebut tidak hanya membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga bagi lulusan SMA dan SMK di Tanimbar.
Calon peserta lainnya, Johan Suruklusy (28), mengatakan pelatihan tersebut merupakan peluang terbaik bagi generasi muda Tanimbar.
“Komitmen saya bekerja dengan sungguh-sungguh. Ini kesempatan terbaik bagi putra-putri daerah karena Blok Masela hadir di Tanimbar. Saya berharap program ini berjalan lancar hingga membuka lapangan kerja yang luas,” katanya.
Sementara itu, Hendri Suruklusy (24), lulusan SMA jurusan IPA, mengaku tetap percaya diri mengikuti seleksi meskipun harus bersaing dengan peserta berlatar belakang teknik.
“Saya memilih bidang keamanan (security). Melalui pelatihan ini saya ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang belum saya miliki. Kalau diterima, saya siap bekerja sebagai petugas keamanan,” ujarnya.
Hendri juga berharap kesempatan serupa terus dibuka sehingga semakin banyak putra-putri Tanimbar, termasuk yang masih merantau di luar daerah, dapat mengikuti program pelatihan tersebut.
“Dengan hadirnya proyek migas di Tanimbar, saya yakin banyak anak daerah akan kembali untuk membangun kampung halamannya,” pungkasnya.





