http://suaraanaknegeri.com | Kepulauan Tanimbar – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki menggelar sosialisasi pencegahan Hantavirus bagi seluruh pegawai sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas II Saumlaki pada Senin (8/6/2026) tersebut menghadirkan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai narasumber.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai Hantavirus, penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Materi yang disampaikan meliputi penyebab penyakit, gejala yang ditimbulkan, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran.
Baca juga: Pastor Pius Heljanan MSC Serukan Persatuan dalam Ekaristi
Petugas Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja sebagai langkah utama dalam mencegah berkembangnya populasi hewan pengerat yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit.
Selain menjaga kebersihan area kerja, peserta juga diberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang baik, menutup akses masuk tikus ke dalam bangunan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Menjadi Roti yang Terpecah bagi Sesama
Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Martina Solilit, mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah memberikan edukasi kepada jajaran pegawai.
Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif yang penting dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan pegawai terhadap berbagai ancaman penyakit menular.
“Kesehatan pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pegawai dapat memahami langkah-langkah pencegahan Hantavirus dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Martina Solilit.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Dalam sesi tanya jawab, pegawai aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penanganan lingkungan yang berisiko menjadi sarang hewan pengerat serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi keberadaan tikus di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Saumlaki menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesehatan dan keselamatan pegawai sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan produktif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, guna mendukung upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan kerja.(rls:bapastanimbar/jk)





