Minggu, 05 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Bupati Biak Buka Parade Perahu Mansusu dan Wairon di Anggopi : Mengukuhkan Jejak Maritim Leluhur di Panggung Global

Mengukuhkan Jejak Maritim Leluhur di Panggung Global

BIAK-PAPUA|SUARA ANAK NEGERI – Kawasan Papua memiliki jejak tradisi yang sangat kaya dan sering kali menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Dalam upaya menampilkan kekayaan tersebut melalui berbagai bentuk kegiatan dan daya tarik utama festival budaya, Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., secara resmi membuka Parade Perahu Mansusu dan Wairon sebagai bagian dari rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026. Acara berlangsung di Pantai Anggopi, Kampung Anggopi, Distrik Oridek, pada Minggu (5/7/2026).

Revitalisasi Sejarah Navigasi Astronomi

Baca juga: Bupati Biak Numfor Buka Snap Mor di Mnurwar: Syukur atas Anugerah Alam dan Kearifan Lokal Sasi

Parade ini bukan sekadar atraksi visual, melainkan sebuah rekonstruksi historis yang menegaskan identitas masyarakat Biak sebagai bangsa pelaut (seafarers) ulung. Dalam sambutannya, Bupati Mansnembra menyoroti kapabilitas leluhur (mamri) dalam melakukan navigasi lintas Samudra Pasifik tanpa bantuan teknologi modern, melainkan mengandalkan kearifan lokal berupa pembacaan bintang dan pemahaman arus laut.

“Sejarah mencatat, ketika yang lain belum kemana-mana, orang Biak sudah pergi ke mana-mana. Mau sampai ke gugusan kepulauan di Pasifik, atau ke Indonesia bagian timur, tengah, hingga barat, orang Biak pernah kesana. Dengan apa? Dengan perahu-perahu yang kita saksikan hari ini,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa parade ini merupakan bentuk pengakuan terhadap ketangguhan leluhur yang mampu menjaga harga diri dan eksistensi sosial melalui keberanian berlayar. “Orang Biak tidak pakai alat teknologi yang ada di HP sekarang. Mereka hanya membaca bintang. Hari ini kita kembali mengakui bagaimana para mamri di waktu lalu bisa menjaga harga diri kita,” tambahnya. Meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat membatasi skala atraksi, esensi pelestarian warisan leluhur tetap menjadi fokus utama acara.

Baca juga: Snap Mor Kampung Mnurwar Dipadati Pengunjung: Simfoni Alam dan Kearifan Lokal di FBMW 2026

Sinergi Lintas Sektor dan Pengamanan Terintegrasi

Prosesi pembukaan ini dihadiri oleh jajaran kepemimpinan strategis Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, termasuk Istri Bupati sekaligus Ketua TP PKK, Ny. Imelda Maria Wospakrik Mansnembra, Plt. Sekretaris Daerah Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., Kepala Dinas Pariwisata Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Simon Rumaropen, anggota DPRK Biak Numfor Absalom Rumkorem, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara skala besar ini, pengamanan dikawal ketat oleh Polres Biak Numfor melalui Polsek Biak Timur di bawah komando Kapolsek Ipda Mervin S.M. Rumpaidus beserta jajarannya. Kehadiran aparatur hukum, birokrat, dan elemen masyarakat menciptakan atmosfer kebersamaan yang solid, mempertegas dukungan lintas sektor dalam menjaga kelestarian budaya.

Syukur dan Harapan Adat

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga rasa saling menghormati dan menghargai sebagai fondasi kekuatan budaya. Ia menutup pidatonya dengan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap langkah pelestarian tradisi.

“Terima kasih, Tuhan memberkati, Tuhan menolong kita semua. “Syowi ma Kasumasa,” pungkas Bupati dengan penuh khidmat, mengakhiri prosesi pembukaan dengan doa dan harapan agar festival ini membawa berkat bagi seluruh masyarakat Biak Numfor.

Strategi Promosi Kearifan Lokal ke Pasar Internasional

Langkah nyata membawa kearifan lokal ke panggung global terus digelorakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata. Upaya promosi budaya parade Perahu Mansusu dan Wairon bertujuan menembus pasar internasional, membuktikan bahwa aset budaya Biak memiliki daya tarik universal.

Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Biak Numfor yang telah berpartisipasi menyukseskan FBMW 2026. “Kehadiran kita semua saat ini merupakan sebuah komitmen luar biasa dari kita di tiap tingkatan untuk terus mengangkat dan menjaga budaya kita. Kita harus mengucap syukur karena Tuhan begitu baik sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan tugas ini,” ujarnya.

Dengan dibukanya parade perahu ini, diharapkan generasi muda Biak Numfor dapat terus mempelajari dan meneruskan keahlian nenek moyang, sekaligus menjadikan budaya maritim sebagai ujung tombak pariwisata daerah yang berkelanjutan

 

Penulis: Anis R

Kategori:
Tags:

Terkini