Era Nurza
—
Aku meneteskan sepi ke dalam tabung reaksi ingatan
mengaduknya bersama bau kertas dan insomnia
Di meja sempit penuh riset yang belum usai
aku tumbuh kutu buku
Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina: "UDARA PAGI DAN KOTA PEMAKAN WAJAH" -
menjaga huruf-huruf
tetap bernapas di musim paling dingin
Setiap kata lahirkan reaksi liar
menyambar dada bagaikan arus bocor dari langit gelap
lalu jatuh perlahan jadi abu
di kerongkongan yang hangus waktu
Namun aku tetap menulis
meski malam terus menggerus sisa cahaya
dari tubuh yang nyaris padam
Laboratorium ini tidak menyimpan cairan kimia hanya kumpulan kalimat yang menolak bungkam
Mereka berlari di pembuluh darah
menghantam dinding kepala
bagai hujan yang membawa pecahan dendam
Aku hanya seseorang
yang sibuk merakit bahasa
agar manusia tidak kehilangan suara
ketika dunia mulai membatu
Padang, 19 Mei 2026





