HUT RI ke-81:SMP Negeri 4 Biak Tampil Kompak & Kreativitas
BIAK|SUARA ANAK NEGERI– Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Biak Numfor berlangsung meriah dan diwarnai antusiasme luas dari seluruh lapisan masyarakat pada Senin (10/8/2026). Salah satu partisipasi yang mencuri perhatian dalam rangkaian pawai dan Lomba Gerak Jalan adalah penampilan SMP Negeri 4 Biak yang berkedudukan di Desa Mansuam, Distrik Biak Kota. Sekolah yang telah menempuh masa pengabdian selama 40 tahun ini menampilkan barisan siswa yang tertib, kompak, penuh kreasi, dan memancarkan semangat kebangsaan yang tinggi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Biak, Piet Hein Ronsumbre, menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan yang melingkupi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada Bupati Kabupaten Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, dan Wakil Bupati, Jimmy Carter Rumbarar, beserta seluruh jajaran Panitia Penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.” Ujarnya melanjutkan, “Antusiasme masyarakat Kabupaten Biak Numfor dalam menyambut HUT RI ke-81 ini sangat luar biasa. Secara khusus, kami memperkenalkan sekolah kami yang berada di Desa Mansuam ini. Dengan sejarah 40 tahun pengabdian, kami siap menyukseskan kegiatan yang dirancang oleh Panitia Kabupaten,” tegasnya dalam keterangan kepada awak media Suara Anak Negeri.

Pendampingan Intensif dan Bukti Prestasi
Baca juga: Puisi Nuyang Jaimee
Keberhasilan penampilan peserta didik, menurut Piet Hein Ronsumbre, tidak lepas dari kerja sama yang erat antara guru, siswa, dan orang tua. Para guru mendampingi rombongan secara penuh sejak titik keberangkatan hingga garis akhir, guna menjaga keamanan dan keteraturan barisan. “Antusiasme anak-anak, orang tua, dan guru, serta seluruh sekolah khususnya jenjang SMP se-Kabupaten Biak, sangat luar biasa. Semua terlibat berpartisipasi. Pada Lomba Gerak Jalan sebelumnya, tim putri kami bahkan berhasil meraih Juara II. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan karakter dan kebugaran jasmani berjalan beriringan,” tegasnya.

Kreativitas Merajut Keberagaman dan Kepedulian Lingkungan
Penampilan dalam pawai kali ini menampilkan kekayaan gagasan pelajar. Sebagian siswa tampil mengenakan busana adat dari beragam suku bangsa sebagai simbol persatuan dalam keberagaman, sementara sebagian lainnya mengenakan kostum hasil kreasi berbahan daur ulang yang dikombinasikan dengan atribut merah putih. Penampilan ini bukan sekadar hiasan seremonial, melainkan wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa. Barisan yang membawa bendera kecil dengan kostum cerah menggambarkan semangat kemerdekaan yang hidup di kalangan generasi muda.
Harapan: Budaya dan Kreativitas Menjadi Daya Tarik Pariwisata
Piet Hein Ronsumbre berharap tradisi kegiatan serupa dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan seperti ini tetap dipertahankan ke depan. Sebab, di dalamnya anak-anak memperlihatkan kreativitas mereka. Jika berlangsung terus-menerus, Biak akan semakin dikenal melalui kekayaan budayanya. Hal ini dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang menyaksikan langsung antusiasme dan keragaman budaya di Kabupaten Biak Numfor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum kemerdekaan ini hendak menjadi pendorong kemajuan daerah. “Kabupaten Biak Numfor luar biasa, dan semoga kegiatan ini berkelanjutan guna menarik minat wisatawan global,” pungkas Piet Hein Ronsumbre.
Pawai yang berakhir pada sore hari itu meninggalkan kesan mendalam, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi muda Biak Numfor melalui kedisiplinan, kreativitas, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
“Syowi Ma Kasumasa”
Penulis: Anis Rum





