Minggu, 14 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Legislator Alfrida Gelar Hearing Dialog: Edukasi Deteksi Dini dan Penanganan Gratis Penyakit Kusta di Kompleks Mandala

Legislator Alfrida Gelar Hearing Dialog di Kompleks Mandala

Editor ✍️: Anis.Rum

BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor dari Komisi I, Alfrida Pandin Tumanan, menggelar kegiatan hearing dialog bersama warga Kompleks Mandala, Kelurahan Yenures, Distrik Biak Kota, pada Sabtu (13/6/2026). Agenda strategis ini difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait pencegahan, deteksi dini, dan manajemen klinis penyakit kusta (Morbus Hansen).

Baca juga: Biak Menuju Pulau Antariksa Indonesia: BRIN Paparkan Rencana Besar Bandar Antariksa dan Kawasan Aerospace

Dalam forum dialog tersebut, Alfrida menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor untuk memberikan edukasi berbasis bukti (evidence-based education) mengenai etiologi, manifestasi klinis, hingga protokol penanganan kusta. Kehadiran tenaga medis bertujuan untuk meluruskan stigma negatif di masyarakat dan memastikan aksesibilitas layanan kesehatan yang adil.

Aksesibilitas Layanan: Pengobatan Gratis dan Tersedia di Puskesmas

Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh narasumber medis adalah jaminan ketersediaan layanan kesehatan bagi penderita kusta. Pemerintah Daerah melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) telah menyediakan obat-obatan Multi Drug Therapy (MDT) secara gratis.

Baca juga: Menggemakan "Syom Sandik Be Manseren": Kontingen Biak Numfor Siap Berlaga di Pesparawi Tingkat Nasional Provinsi Papua

Obat-obatan untuk penanganan penyakit kusta telah tersedia di puskesmas. Masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan pengobatan secara gratis dengan mengikuti prosedur yang berlaku serta membawa dokumen identitas keluarga seperti Kartu Keluarga,” jelas narasumber dalam pemaparannya.

Penegasan ini penting untuk menghilangkan hambatan ekonomi (financial barrier) yang sering kali menjadi alasan keterlambatan pasien dalam mencari pengobatan. Tenaga kesehatan juga menekankan urgensi deteksi dini dan pemeriksaan berkala sebagai kunci utama dalam memutus rantai penularan dan mencegah kecacatan permanen pada penderita.

Respon Partisipatif Masyarakat dan Pentingnya Literasi Kesehatan

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini mendapat respons positif dari warga Kompleks Mandala. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya frekuensi pertanyaan yang diajukan terkait identifikasi gejala awal, langkah-langkah preventif, serta alur rujukan medis bagi individu yang terpapar.

Menanggapi hal tersebut, Alfrida Pandin Tumanan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keterlibatan komunitas dalam diskusi kesehatan merupakan modal sosial (social capital) yang vital dalam membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Kompleks Mandala yang hadir dan mengikuti hearing dialog ini. Kesadaran untuk mencari informasi dan memahami persoalan kesehatan merupakan modal penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Alfrida.

Komitmen Berkelanjutan Legislasi dalam Advokasi Kesehatan

Alfrida menegaskan bahwa rangkaian hearing dialog akan terus dilaksanakan sebagai mekanisme komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah aspirasi sekaligus diseminasi informasi terkait isu-isu strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk aspek kesehatan dan kesejahteraan.

Melalui inisiatif ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman komprehensif warga mengenai penyakit kusta, sehingga upaya pencegahan, skrining dini, dan kepatuhan terhadap protokol pengobatan dapat dilakukan secara optimal demi mewujudkan indikator kesehatan masyarakat Biak Numfor yang lebih baik.

Kategori:
Tags:

Terkini