Biak|Suara Anak Negeri – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada III (Koarmada III) melaksanakan program bakti sosial dan kesehatan terintegrasi bagi masyarakat pesisir di Distrik Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 12.00 WIT ini melibatkan sekitar 150 warga dari lima kampung, yakni Doubo, Sansundi, Syurdori, Wandos, dan Wopes, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Guskamla Koarmada III, Laksamana Muda (Laksma) TNI Elmundo Sianipar, bersama Ketua Ranting Jalasenastri, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Biak, Komandan KRI Hampala-880, serta jajaran perwira staf. Kehadiran unsur pimpinan tertinggi di wilayah operasi laut tersebut menegaskan paradigma baru TNI AL yang tidak hanya berfokus pada penegakan kedaulatan maritim, tetapi juga pada aspek kesejahteraan masyarakat pesisir (coastal community welfare).
Pendekatan Holistik: Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan
Dalam implementasinya, Guskamla Koarmada III berkolaborasi dengan Lanal Biak untuk menyediakan paket bantuan multidimensi. Intervensi yang diberikan meliputi distribusi bahan pokok (sembako), pelayanan medis gratis melalui Tim Kesehatan Lanal Biak, bantuan sarana sanitasi lingkungan berupa tempat sampah, serta kunjungan edukatif ke SD Samsundi.

Dr. (c) atau perwakilan tim medis menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi komunitas nelayan memiliki urgensi tinggi mengingat risiko kesehatan okupasional yang mereka hadapi akibat paparan sinar matahari berlebih, kelembapan tinggi, dan pola makan yang tidak teratur selama melaut. Deteksi dini melalui skrining kesehatan menjadi langkah preventif strategis untuk menjaga produktivitas tenaga kerja sektor perikanan lokal.
Sementara itu, penyediaan sarana tempat sampah merupakan bagian dari upaya mitigasi pencemaran laut berbasis komunitas. Dengan meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah domestik, diharapkan ekosistem pesisir Bondifuar dapat tetap lestari, yang secara langsung berdampak pada keberlanjutan hasil tangkapan ikan.
Baca juga: Dukung Upacara HUT RI ke-81 di Numfor, KRI Hampala-880 Angkut 37 Personel Forkopimda Biak Numfor

Sinergi Operasional dalam Ops Kamla Perisai Sura Tahap II
Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan di tengah jalannya Operasi Keamanan Laut (Ops Kamla) Perisai Sura Tahap II, dengan KRI Hampala-880 berfungsi sebagai kapal markas (flagship) Guskamla. Integrasi antara tugas patroli keamanan dan aksi kemanusiaan ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas satuan tempur laut dalam merespons kebutuhan dinamika sosial di Area of Responsibility (AOR) mereka.
“Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa keamanan laut tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakatnya. Sinergi antara kekuatan pertahanan dan partisipasi masyarakat adalah kunci stabilitas wilayah pesisir,” implikasi dari pernyataan Laksma TNI Elmundo Sianipar saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Antusiasme warga terlihat tinggi, baik dalam memanfaatkan layanan kesehatan maupun menerima bantuan sosial. Respons positif ini mengindikasikan bahwa pendekatan soft power melalui bantuan kemanusiaan efektif dalam memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap institusi TNI AL.
Melalui inisiatif ini, Guskamla Koarmada III berhasil mendemonstrasikan model Civil-Military Cooperation (CMCO) yang efektif, di mana tugas utama pengamanan laut berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial terhadap rakyat. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pesisir yang aman, sehat, dan bersih, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdepan Indonesia.
Penulis: Anis Rumaropen


