Jumat, 14 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Jejak Srikandi Polri Dr. Sulastiana: Dari Peneliti hingga Wakapolda, Menginspirasi Calon Mahasiswa UNCRI

Laporan: Media Center UNCRI

MANOKWARI — SUARA ANAK NEGERI|Perjalanan Brigjen Pol Dr. Sulastiana, M.Si. hingga dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui pendidikan, penugasan dan pengabdian di berbagai bidang strategis.

Baca juga: Ketika FPS-TIM Bergerak, Membawa Persoalan TIM ke Ruang Kebijakan

Dr. Sulastiana memiliki pengalaman dalam lingkungan Polri maupun lembaga negara lainnya, khususnya pada bidang sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, pendidikan, pelatihan serta kerja sama kelembagaan. Pengalaman tersebut membentuk kapasitasnya sebagai seorang perwira yang tidak hanya memahami tugas kepolisian, tetapi juga aspek manajemen organisasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Dari sisi pendidikan, ia menempuh pendidikan kepolisian dan pendidikan umum hingga jenjang doktor (S3). Pendidikan magister dan doktoralnya antara lain ditempuh di Universitas Indonesia. Ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan profesional yang berkaitan dengan manajemen risiko, sumber daya manusia, audit, human capital management dan pengembangan organisasi.

Jejaknya di bidang sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Pengalaman tersebut diperkuat dengan penugasan di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN), termasuk bidang penelitian dan pengembangan serta kerja sama kelembagaan.

Baca juga: KETIKA PEMBACA PUISI JADI GUBERNUR

Keberagaman pengalaman itu menjadi modal ketika ia dipercaya menempati posisi kepemimpinan yang semakin tinggi. Sebagai Wakapolda Papua Barat, Dr. Sulastiana memiliki tanggung jawab dalam membantu Kapolda menjalankan roda organisasi, mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, pembinaan internal serta koordinasi dalam pelaksanaan kebijakan.

Srikandi Polri di Ruang Pendidikan

Kehadiran Dr. Sulastiana sebagai perempuan di posisi strategis Polri juga menjadi gambaran bahwa kepemimpinan dibangun melalui kompetensi, pengalaman dan proses pengabdian yang panjang.

Semangat tersebut kemudian hadir di ruang pendidikan. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Dr. Sulastiana hadir di Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) untuk membawakan materi dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

PKKMB UNCRI berlangsung di Manokwari pada 13–15 Agustus 2026 dengan tema “Berkarakter dalam Kasih, Unggul dalam Prestasi, Berdampak bagi Negeri.”

Di hadapan sekitar 200-an calon mahasiswa, Dr. Sulastiana berbagi pengalaman dan wawasan sebagai seorang perwira tinggi perempuan yang telah melewati perjalanan panjang dalam pendidikan, kepolisian, penelitian, pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan.

Kehadirannya menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk melihat bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter, disiplin, kompetensi dan tanggung jawab sosial.

Bijak Menggunakan AI, Jangan Kehilangan Karakter

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Dr. Sulastiana juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan teknologi sebagai jalan pintas dalam proses belajar.

AI, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, dapat menjadi sarana yang membantu mahasiswa mencari informasi, mengembangkan gagasan dan memperluas wawasan. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijaksana, kritis dan bertanggung jawab.

Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menerima informasi yang dihasilkan teknologi, tetapi tetap menggunakan kemampuan berpikir kritis, melakukan verifikasi, mengembangkan gagasan sendiri dan menjaga integritas akademik. Teknologi seharusnya memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan proses berpikir, belajar dan membentuk karakter.

Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang memasuki lingkungan perguruan tinggi di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Kemampuan menggunakan AI harus berjalan beriringan dengan kejujuran, etika, tanggung jawab dan kemauan untuk terus belajar.

Jauhi Narkoba, Jaga Masa Depan

Selain perkembangan teknologi, perhatian Dr. Sulastiana juga diarahkan pada ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Mahasiswa baru diingatkan untuk menjauhi narkoba dan tidak mencoba-coba sesuatu yang dapat menghancurkan masa depan. Bagi generasi muda yang sedang memulai perjalanan pendidikan tinggi, menjaga pergaulan dan kemampuan mengambil keputusan menjadi bagian penting dari keberhasilan.

Pendidikan tinggi bukan hanya tentang mencapai prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa menjaga dirinya, membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak cukup diukur dari nilai dan gelar yang diperoleh. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga integritas diri, kesehatan masa depan, serta menggunakan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan orang lain.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan pengalaman seorang pemimpin dengan generasi muda yang sedang memulai perjalanan akademiknya. Pesan tentang karakter, prestasi dan pengabdian menjadi semakin relevan dengan semangat PKKMB UNCRI tahun ini.

Pada akhirnya, perjalanan Dr. Sulastiana menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia ditempa melalui pendidikan, pengalaman, tanggung jawab dan pengabdian.

Dari perjalanan panjang sebagai perwira, peneliti, pengembang sumber daya manusia hingga dipercaya sebagai Wakapolda Papua Barat, Dr. Sulastiana kini tidak hanya menjalankan amanah dalam institusi Polri, tetapi juga hadir untuk berbagi pengalaman dan menginspirasi generasi muda Papua Barat.

Bagi calon mahasiswa UNCRI, kehadiran tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan yang dimulai hari ini pada akhirnya akan menentukan bagaimana mereka menggunakan ilmu, teknologi dan kesempatan untuk membangun masa depan serta memberi dampak nyata bagi negeri.

Kategori:
Tags:

Terkini