Laporan: Media Center UNCRI
–
MANOKWARI — Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (13/8/2026). Sebanyak 246 calon mahasiswa mengikuti pembukaan yang berlangsung di Aula Universitas Caritas Indonesia.
Baca juga: Ketika FPS-TIM Bergerak, Membawa Persoalan TIM ke Ruang Kebijakan
Pembukaan PKKMB menjadi awal perjalanan akademik bagi ratusan calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan tinggi di UNCRI. Mereka berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Hukum sebanyak 85 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 109 mahasiswa, serta Fakultas Sains dan Teknologi 43 mahasiswa.
Mengusung tema “Berkarakter dalam Kasih, Unggul dalam Prestasi, Berdampak bagi Negeri”, PKKMB tahun ini tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi ruang awal untuk memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi sekaligus membangun karakter, pola pikir dan kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan zaman.
Rangkaian PKKMB berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026). Mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan dan budaya akademik, kehidupan kemahasiswaan, nilai-nilai institusi serta berbagai aspek yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka di UNCRI.
Baca juga: KETIKA PEMBACA PUISI JADI GUBERNUR
Ketua Panitia PKKMB UNCRI, Dr. Wellem Hendra Balubun, S.Kep., S.H., M.H., menjelaskan bahwa PKKMB merupakan gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal ekosistem perguruan tinggi sekaligus memahami nilai yang dikembangkan Universitas Caritas Indonesia.
Menurut Wellem, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi dan kesadaran untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, sejak awal mahasiswa perlu memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi membawa tanggung jawab yang berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa dituntut mampu belajar secara mandiri, mengembangkan gagasan, menghargai perbedaan, membangun relasi serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan proses akademiknya.
Nilai Pancasila, kebangsaan dan cinta tanah air juga menjadi bagian dari arah pembekalan. Penguatan nilai tersebut penting agar mahasiswa tidak kehilangan orientasi kebangsaan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Salah satu tantangan yang mendapat perhatian adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut membuka peluang besar bagi dunia pendidikan, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan terhadap cara mahasiswa belajar, berpikir dan menghasilkan karya akademik.
Wellem menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan beretika. Teknologi harus diposisikan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan diri, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.
Mahasiswa tetap harus mampu menyusun gagasan sendiri, memeriksa kebenaran informasi, menjaga integritas akademik dan memahami tanggung jawab atas setiap karya yang dihasilkan.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena mahasiswa yang memulai pendidikan pada era digital akan memasuki dunia kerja yang terus mengalami perubahan. Kompetensi akademik perlu dilengkapi dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kemampuan memecahkan masalah dan kecakapan beradaptasi.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNCRI, Dr. Ir. Kaleb Yohan Karubaba, M.Si., berharap seluruh rangkaian PKKMB berjalan baik dan dapat diikuti mahasiswa baru dengan sungguh-sungguh.
Ia berharap proses pengenalan kampus tidak berhenti pada pemahaman mengenai lingkungan fisik dan sistem perkuliahan, tetapi juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan akademik dan kemahasiswaan secara lebih utuh.
Bagi 246 calon mahasiswa tersebut, PKKMB merupakan titik awal untuk mengenal lingkungan baru sekaligus membangun fondasi perjalanan akademik. Mereka akan memasuki ruang pendidikan yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis dan keberanian mengembangkan potensi.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa melalui tema PKKMB tahun ini menempatkan pendidikan tinggi dalam perspektif yang lebih luas. Karakter menjadi fondasi, prestasi menjadi bagian dari proses, sementara kebermanfaatan bagi masyarakat menjadi tujuan yang harus diperjuangkan.
Dari kampus UNCRI, 246 calon mahasiswa tersebut memulai perjalanan menuju dunia akademik dengan harapan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kompeten dalam bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negeri.





