Oleh: joko
suaraanaknegeri.com | Seram Bagian Barat, Maluku | Jumat, 7 Agustus 2026
Masyarakat Pulau Kelang dan sejumlah pulau kecil di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, kini mulai merasakan hadirnya akses layanan keuangan formal. Wilayah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses perbankan akibat kondisi geografis itu perlahan berubah berkat hadirnya layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang menjangkau hingga pelosok kepulauan.
Perubahan tersebut tidak terlepas dari peran Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi melalui Unit Piru, yang sejak 2020 mengemban tugas melayani masyarakat di wilayah kepulauan. Dengan menempuh perjalanan darat dan laut yang penuh tantangan, Asti menghadirkan layanan perbankan bagi masyarakat yang sebelumnya belum pernah menikmati akses keuangan formal.
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu Ajak Umat Menjadi Terang Kristus
Layanan Keuangan Menjangkau Wilayah Terpencil
Perjalanan menuju Pulau Kelang bukanlah tugas yang mudah. Dari Unit Piru, Asti harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam menuju Waesala sebelum melanjutkan penyeberangan laut selama kurang lebih satu jam. Untuk menjangkau kampung-kampung lain di pulau tersebut, waktu perjalanan bahkan dapat bertambah sekitar satu jam.
Di tengah perjalanan, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Perairan Maluku yang dipengaruhi musim barat dan musim timur kerap menghadirkan gelombang tinggi, khususnya di kawasan Waesala hingga Selat Haya. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan tinggi dalam setiap perjalanan menuju wilayah pelayanan.
Berawal dari Permintaan Masyarakat
Asti mengungkapkan, pembukaan layanan di Pulau Kelang berawal dari banyaknya permintaan masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses layanan perbankan.
“Ada satu pulau yang baru kami buka layanannya karena banyak permohonan masyarakat yang selama ini terkendala jarak,” ungkap Asti.
Permintaan tersebut menjadi awal bagi Asti untuk mengenal lebih dekat kondisi masyarakat Pulau Kelang. Dari berbagai kunjungan yang dilakukannya, ia melihat wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar, namun selama bertahun-tahun belum tersentuh layanan keuangan karena kendala geografis.
Berbekal komitmen menghadirkan layanan hingga pelosok negeri, Asti terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar dapat mengakses layanan perbankan secara aman dan mudah.
Edukasi Jadi Langkah Awal
Motivasi Asti menjalankan tugas tersebut lahir dari pengalaman pribadinya. Saat masih menempuh pendidikan, ia menyaksikan keluarganya dan masyarakat di wilayah kepulauan kesulitan memperoleh modal usaha. Bahkan, tidak sedikit warga menjadi korban penipuan berkedok pinjaman.
“Itu yang jadi motivasi saya. Kasihan orang-orang ini, mereka mampu bekerja tapi mereka ditipu,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Asti tidak langsung menawarkan pembiayaan. Ia lebih dahulu membangun jaringan Agen BRILink agar masyarakat memiliki akses transaksi keuangan tanpa harus menyeberang ke kota. Setelah itu, ia secara bertahap memberikan edukasi mengenai literasi keuangan.
Tantangan lain yang dihadapi adalah kebiasaan masyarakat menyimpan uang secara tradisional. Asti bahkan pernah menemukan uang milik warga rusak karena disimpan di bawah kasur hingga dimakan tikus.
“Saya bilang ke mereka, jangan disimpan begitu, nanti dimakan tikus tidak laku lagi,” tuturnya.
Selain mengedukasi pentingnya menabung di bank, Asti juga memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi BRImo. Ia turut memberikan pemahaman mengenai perbedaan layanan perbankan resmi dengan praktik rentenir agar masyarakat tidak terjerat utang berbunga tinggi.
KUR Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
Upaya tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Saat ini Asti telah mendampingi lebih dari 700 debitur di wilayah kepulauan yang menjadi tanggung jawabnya.
Melalui akses KUR, para nelayan mampu meningkatkan kapasitas usahanya dengan membeli mesin perahu berdaya lebih besar. Dengan mesin baru tersebut, mereka dapat mengirim hasil tangkapan ikan maupun komoditas seperti jahe, kunyit, dan minyak kayu putih langsung ke Ambon sehingga memperoleh harga yang lebih kompetitif tanpa bergantung kepada tengkulak.
Menurut Asti, dampak paling membanggakan justru terlihat pada sektor pendidikan dan masa depan generasi muda. Ia menceritakan, di salah satu kampung sekitar 28 pemuda berhasil lolos menjadi prajurit TNI karena orang tua mereka memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik untuk membiayai kebutuhan pendidikan dan persiapan seleksi.
“Setiap kali dengar mereka bilang ‘untung ada kamu berani buka akses ke sini’, rasa lelah saya hilang,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan Kepulauan
Asti berharap masyarakat kepulauan di Maluku dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan ekonomi yang setara dengan daerah lain di Indonesia.
Ia ingin masyarakat semakin mandiri secara finansial, mampu memanfaatkan teknologi, serta memiliki daya saing ekonomi yang lebih kuat, meskipun suatu saat dirinya tidak lagi bertugas di wilayah tersebut.
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Nasional
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kehadiran Mantri BRI di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam memperluas pemerataan layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Menurutnya, melalui pendampingan yang konsisten, kedekatan dengan masyarakat, serta pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, BRI terus berupaya memastikan layanan keuangan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
“Kisah Asti Alimin menjadi cerminan semangat para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan alam, BRI membuktikan bahwa selain membuka akses terhadap layanan perbankan, inklusi keuangan juga menghadirkan harapan, mendorong kemandirian, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” tutup Dhanny.
(Editor: joko)
(Sumber: BRI)





