Selasa, 04 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Ketua Jemaat GKPII Lermatang, Pdt. Ruspana Doakan Ruma Kidabela Jadi Ruang Persatuan

Oleh: joko

 

Doa Pembukaan Warnai Soft Launching Ruma Kidabela
suaraanaknegeri.com | Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu, 2 Agustus 2026 – Ketua Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKPII) Lermatang, Pdt. Ruspana, memimpin doa pembukaan pada kegiatan Soft Launching Ruma Kidabela yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama SKK Migas dan INPEX Masela Ltd. Dalam doanya, ia memohon penyertaan Tuhan agar keberadaan Ruma Kidabela menjadi rumah bersama yang mempersatukan masyarakat serta membawa manfaat bagi pembangunan daerah.

Baca juga: Pengawas SPBU: Kuota BBM Subsidi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Masyarakat

“Kami mengucap syukur dan berterima kasih atas kesempatan yang Tuhan berikan bagi kami pada hari ini. Rumah ini telah terbuka untuk mempersatukan kami semua, menjadi tempat berkomunikasi dan saling membangun. Kiranya Tuhan memberkati semua ini dan memberkati kami sesuai tugas serta tanggung jawab kami masing-masing,” doa Pdt. Ruspana.

Pdt. Ruspana juga memohon agar seluruh rangkaian kegiatan mendapat penyertaan Tuhan, sehingga seluruh peserta diberikan keselamatan, damai sejahtera, dan perlindungan hingga kembali ke tempat kediaman masing-masing.

“Kami percaya Tuhan menyertai dan memberkati seluruh rangkaian acara ini, memberikan damai sejahtera kepada kami semua, serta melindungi kami hingga kembali ke tempat kediaman masing-masing,” ujarnya.

Baca juga: Ruma Kidabela Diresmikan, DPRD Harap Jadi Penggerak Ekonomi dan SDM

Ruma Kidabela Diharapkan Menjadi Ruang Komunikasi
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan dan investasi di daerah.

“Kenapa ini bisa berjalan? Karena ada komunikasi yang baik. Orang Tanimbar adalah orang-orang yang sangat tahu dengan etika,” kata Juliana.

Ia menilai masyarakat Tanimbar memiliki budaya yang menjunjung tinggi persaudaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai tersebut menjadi modal sosial yang harus terus dipelihara dalam mengawal pengembangan Proyek LNG Abadi.

Bangun untuk Generasi Mendatang
Menurut Wakil Bupati, Ruma Kidabela bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah komunikasi yang harus dimanfaatkan untuk membangun saling pengertian antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

“Hari ini kita mau bilang sama-sama, kita bersaudara. Rumah Kidabela dibangun sebagai sebuah sarana komunikasi. Mari kita bangun komunikasi yang baik, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Diresmikan Melalui Pengguntingan Pita
Sebagai puncak acara, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Dandim 1507/Saumlaki, pemerintah Desa Lermatang, tokoh adat, serta perwakilan SKK Migas dan INPEX Masela Ltd. melakukan prosesi pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya operasional Ruma Kidabela.

Ruma Kidabela dibangun sebagai pusat informasi, edukasi, dan pelibatan masyarakat yang menyediakan informasi perkembangan Proyek LNG Abadi, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), ruang konsultasi, penyaluran aspirasi, perpustakaan masyarakat, serta forum edukasi.

Kehadirannya diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang terbuka antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
(Sumber: INPEX Masela Ltd., SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar)

Kategori:
Tags:

Terkini