Minggu, 26 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

PUNOKAWAN

Secangkir Kopi Cak Mus – 26.7.26

Baca juga: Kepala SMA Negeri 1 Biak Sosialisasikan Kurikulum dan Tata Tertib Sekolah kepada Orang Tua Siswa Baru

punokawan warisan Sunan Kalijogo

nguri budoyo sarujuk marang agomo

ora bendu ora mekso percoyo

Baca juga: Komite SMA Negeri 1 Biak Ajak 508 Orang Tua Murid Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

piwulangan kanti alus penggalih

tulodho Kanjeng Nabi kang utomo

 

mbah Semar ngemong tutur wicaksono

Gareng olo katon nanging sabar narimo

Petruk tanggap waskito limpat boso

Bagong lugu nanging eling waspodo

 

punokawan prejengan wong cilik trapsilo

asring dilirwakake poro digdoyo

Sunan Kalijogo madangi kelir peteng kuoso

punokawan dadi panyuluh jiwo

ati peteng iso padang ora kroso

kanti gegojegan nanging paninggil roso

 

mulo konco ayo podo demen wayang

iku adiluhung nuswantoro agung

mahabarata ramayana lakon luhur

punokawan manjing goro-goro panglipur

nanging wekasane sukmo pitutur

Sunan Kalijogo mendhem jero mikul dhuwur

Lamongan, 25-7-2026

-000-

PUNOKAWAN

Punokawan warisan Sunan Kalijaga

Melestarikan budaya yang selaras dengan agama

Tidak memaksa dan tidak memerintah untuk percaya

Pelajaran disampaikan dengan hati yang halus

Meneladani Kanjeng Nabi yang paling utama

Mbah Semar mengasuh dengan tutur bijaksana

Gareng bertubuh kurang sempurna tapi sabar dan ikhlas menerima

Petruk tanggap, cerdas, dan lincah bicara

Bagong polos tapi tetap ingat dan waspada

 

Punokawan berpihak pada orang kecil yang berbudi luhur

Sering diabaikan oleh para penguasa

Sunan Kalijaga menerangi kelir yang gelap dan berkuasa

Punokawan menjadi penerang jiwa

Hati yang gelap bisa menjadi terang tanpa terasa

Dengan gurauan, namun meninggikan rasa

 

Maka kawan, mari sama-sama mencintai wayang

Itu adiluhung, warisan Nusantara yang agung

Mahabarata Ramayana adalah lakon yang luhur

Punokawan masuk di bagian goro-goro sebagai penghibur

Namun akhirnya menjadi wejangan untuk jiwa

Sunan Kalijaga menyimpan dalam-dalam sambil menjunjung tinggi

Lamongan, 25-7-2026

-000-

Makna Inti Puisinya:

Puisi ini memuliakan Punokawan sebagai “guru bangsa” ciptaan Sunan Kalijaga.

Mereka bukan cuma pelawak di wayang, tapi panyuluh jiwo – penerang jiwa. Lewat guyon, nyelipin dakwah, akhlak, dan pembelaan untuk wong cilik.

 

Pas banget sama semangat “Kembang Kangkung” dan “Hanya Berharap Pada Allah” mu kemarin: rendah hati, melayani, tapi punya pengaruh besar.

Kategori:
Tags:

Terkini