Sabtu, 18 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Penantian Tiga Dekade Berakhir

Oleh: joko

http://suaraanaknegeri.com | Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Kamis, 16 Juli 2026 – Penantian panjang selama hampir tiga dekade terhadap pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela akhirnya memasuki babak baru. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mendeklarasikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026).

Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia yang selama bertahun-tahun mengalami dinamika panjang, mulai dari perubahan skema pengembangan, negosiasi investasi hingga proses perizinan.

Baca juga: Ketua KNPI Tanimbar Alex Belay: Groundbreaking Blok Masela Awal Kebangkitan Ekonomi

Dalam sambutannya, Presiden mengakui semula berkeinginan hadir langsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Namun karena agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, ia memilih mengikuti prosesi secara virtual.

“Saya minta maaf. Tadinya saya ingin hadir langsung, tetapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video konferensi. Ini menjadi utang saya kepada masyarakat Maluku dan akan saya lunasi dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujar Presiden.

Baca juga: Kapolda Papua Tiba di Biak Numfor, Siap Buka Kejuaraan Bola Voli Indoor dan Pantai U-19 Kapolda Cup 2026 di GOR Petrus Kafiar

Penantian Tiga Dasawarsa
Presiden menegaskan bahwa dimulainya pembangunan LNG Abadi bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban atas penantian panjang bangsa Indonesia terhadap pemanfaatan cadangan gas raksasa di Laut Arafura.

“Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan proyek yang sungguh sangat penting. Hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai melihat pembangunannya,” katanya.

Prabowo menekankan pembangunan proyek tidak boleh kembali mengalami hambatan sebagaimana yang terjadi selama bertahun-tahun. “Pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

Energi Menjadi Pilar Ketahanan Bangsa
Dalam pidatonya, Presiden menggarisbawahi bahwa energi merupakan syarat utama keberlangsungan sebuah negara modern. Menurutnya, Indonesia dianugerahi cadangan energi yang besar dan harus mampu mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat.

“Energi adalah salah satu syarat kelangsungan hidup bangsa. Kita bersyukur Indonesia memiliki cadangan energi yang besar, termasuk di wilayah Tanimbar dan Maluku,” ujar Prabowo.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang selama bertahun-tahun menjaga keberlanjutan proyek tersebut, termasuk mitra internasional dan perusahaan nasional.

“Kita menghargai kawan-kawan dari Jepang melalui INPEX, mitra dari Malaysia yaitu Petronas, serta Pertamina sebagai kebanggaan nasional. Kita harus bahu-membahu agar proyek ini sukses dan segera berproduksi,” katanya.

Investasi Rp340 Triliun Lebih
Presiden mengungkapkan proyek LNG Abadi merupakan investasi energi berskala raksasa dengan nilai sekitar US$20,9 miliar atau setara lebih dari Rp340 triliun, yang diproyeksikan menghasilkan jutaan ton LNG serta kondensat setiap tahun.

Menurut Presiden, proyek tersebut akan menjadi fondasi penting bagi percepatan hilirisasi industri nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Proyek ini investasinya sangat besar, sekitar 20,9 miliar dolar AS. Ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan dan mempercepat hilirisasi,” ujarnya.

Investasi Harus Menguntungkan Semua Pihak
Di hadapan jajaran pemerintah, investor serta masyarakat Maluku, Presiden menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi asing, namun kemitraan harus dibangun atas prinsip saling menguntungkan.

“Kita terbuka kepada semua mitra yang ingin bekerja sama dengan Indonesia secara saling menguntungkan,” kata Presiden.

Namun ia mengingatkan bahwa kepentingan masyarakat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

“Kita akan malu kalau mitra kita rugi. Tetapi sebaliknya kita juga punya tanggung jawab besar kepada rakyat kita. Kita ingin energi ini menjadi kekuatan untuk mentransformasi Indonesia menjadi negara industri yang modern,” ujarnya.

Prioritaskan Putra Daerah
Presiden juga meminta agar manfaat proyek tidak hanya berhenti pada investasi semata, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku.

Ia mendorong perusahaan pengelola memberikan ruang yang luas bagi tenaga kerja lokal serta pelaku usaha daerah.

“Komitmen mengutamakan putra daerah dan membantu pengusaha lokal harus benar-benar diwujudkan. Harus ada keberpihakan dan aksi nyata agar masyarakat ikut merasakan manfaat proyek ini,” tegasnya.

Apresiasi untuk CEO INPEX
Dalam kesempatan itu, Presiden secara khusus memberikan apresiasi kepada CEO INPEX Masela Ltd., Takayuki Ueda, yang dinilai menunjukkan penghormatan terhadap Indonesia dengan mempelajari bahasa Indonesia.

“Saya terkesan Saudara Takayuki bisa berbahasa Indonesia. Tidak banyak pimpinan perusahaan asing yang mau belajar bahasa Indonesia. Saya percaya Anda memimpin proyek ini, Insya Allah proyek ini akan berhasil membawa manfaat bagi kita semua,” kata Presiden.

Pengamanan Berlangsung Ketat
Sementara itu, pelaksanaan groundbreaking berlangsung di Kawasan LNG, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan pengamanan berlapis dari TNI dan Polri.

Sejak pagi, aparat melakukan pengamanan kedatangan tamu negara melalui Bandara Mathilda Batlayeri, pengawalan jalur menuju lokasi proyek, sterilisasi kawasan groundbreaking, hingga pengamanan hotel dan vila tempat para tamu VIP menginap.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala SKK Migas Joko Siswanto, jajaran INPEX, Petronas, Pertamina serta para pejabat pusat dan daerah hadir langsung di lokasi acara.

Prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang selama hampir tiga puluh tahun hanya berada pada tahap perencanaan.

Pemerintah berharap proyek tersebut menjadi motor penggerak investasi, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Kategori:
Tags:

Terkini