( Elegi untuk Kapten Nicolas F. Goslin)
Oleh Paulus Laratmase
–
Baca juga: Sebelum Menjabat Tangan Paulus Laratmase
Mentari belum tinggi di langit Wamena,
Embun masih memeluk lembah dan gunung tua.
Engkau terbang membawa harapan sederhana,
Bukan senjata, bukan pula bara perang.
Hanya doa para ibu dalam noken lusuh,
Hanya mimpi anak-anak di ujung kampung.
Dan jalan yang tak pernah mampu dibangun,
Kau sulap menjadi langit yang menghubungkan.
Tak kau hitung sepi perjalanan,
Tak kau timbang untung dan rugi.
Bahkan untuk seorang penumpang,
Sayapmu tetap memilih mengabdi.
Baca juga: Menebak Arah Angin
Kapten Nicolas…
Kini langit Papua kehilangan bintangnya.
Api membakar badan pesawatmu,
Namun tak mampu membakar cintamu pada manusia.
Engkau gugur bukan membawa peperangan,
Melainkan mengantar harapan ke pedalaman.
Namamu akan tinggal di setiap angin pegunungan,
Sebagai saksi… bahwa kasih pernah terbang di sini.
Balinggama menjadi saksi pagi yang membisu,
Burung-burung pun kehilangan nyanyiannya.
Tujuh penumpang berlari menyelamatkan hidup,
Sedang engkau tertinggal bersama takdirmu.
Mungkin rumahmu masih menunggu kabar,
Mungkin keluarga masih menyiapkan pelukan.
Tak pernah mereka membayangkan,
Langit yang kau cintai menjadi perpisahan.
Mengapa kemanusiaan harus kalah,
Saat tangan hanya membawa pengabdian?
Mengapa jalan damai begitu jauh,
Sedang langit begitu dekat untuk semua?
Tak ada kemenangan dari darah manusia,
Tak ada kehormatan dari air mata ibu.
Yang tersisa hanyalah sunyi,
Dan nama yang dipanggil dalam doa.
Kapten Nicolas…
Engkau tak lagi menyusuri awan Papua.
Namun kasihmu masih mendarat,
Di hati mereka yang pernah kau layani.
Bukan emas yang kau cari,
Bukan kuasa yang kau kejar.
Hanya tugas sederhana:
Menghubungkan manusia dengan harapan.
Jika suatu hari damai benar-benar datang,
Biarlah anak-anak menyebut namamu perlahan.
Bahwa pernah ada seorang pilot,
Yang memilih terbang demi sesama.
Dan ketika pesawat melintas di langit Papua,
Semoga semua orang mengingat satu hal:
Sayap boleh terbakar…
Tetapi kemanusiaan tak boleh gugur.





