_Oleh : Ririe Aiko_
_Penulis dan Konten Kreator_
Pernah nggak, saat kamu sedang berada di titik terlelah dalam hidup, merasa hampir menyerah, lalu tiba-tiba menemukan sebuah postingan di linimasa yang rasanya begitu mewakili apa yang sedang kamu rasakan?
Atau tanpa sengaja kamu bertemu seseorang yang sebelumnya tidak pernah kamu kenal, tetapi beberapa kalimat yang ia ucapkan justru mampu membuat hatimu jauh lebih baik.
Kadang kita mengira itu semua adalah sebuah kebetulan. Tapi aku percaya, itu adalah cara Tuhan memeluk semua luka kita.
Setiap orang pasti pernah mengalami fase terberat dalam hidup. Ada masa ketika kita memilih diam dan menelan semua itu sendirian. Bukan karena tidak memiliki keluarga, sahabat, atau orang-orang yang kita sayangi, melainkan karena tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa memahami apa yang sedang kita hadapi.
Masing-masing orang memiliki dunianya sendiri. Mereka sibuk dengan pekerjaan, keluarga, cita-cita, masalah, dan perjuangan hidup yang juga tidak mudah. Karena itu, tidak semua orang mau tahu dan mau ikut peduli dengan masalah orang lain.
Di dunia yang semakin berisik ini, semakin sedikit orang yang mau terusik. Tak banyak yang mau peduli apakah kita baik-baik saja atau justru sedang berusaha bertahan di tengah luka yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun.
Pada akhirnya, kita akan menyadari satu hal: tidak semua harapan bisa kita gantungkan kepada manusia. Karena manusia sama-sama makhluk yang lemah dan penuh keterbatasan. Mereka pun tak bisa selalu ada.
Ada kalanya orang terdekat mengecewakan kita. Ada kalanya tangan yang dulu selalu terulur perlahan dilepaskan. Dan ada kalanya orang yang paling kita sayangi memilih jalan hidup yang tidak lagi searah dengan kita.
Begitulah kehidupan. Tidak semua yang datang akan menetap, dan tidak semua yang pernah dekat akan selalu bersama.
Semua orang pada waktunya pasti pergi. Ada yang pergi karena jarak, ada yang pergi karena keadaan, dan ada pula yang pergi karena hidup membawa mereka ke arah yang berbeda.
Bukan karena mereka jahat. Bukan pula karena mereka sengaja ingin menyakiti. Tetapi karena manusia memang bisa berubah, dan dalam kehidupan ini arah perubahan adalah sesuatu yang tidak selalu bisa kita kendalikan.
Karena itu, jangan letakkan seluruh harapanmu pada manusia. Jangan gantungkan kebahagiaanmu kepada seseorang. Jangan pula menjadikan manusia sebagai tempat bergantung untuk kebahagiaanmu.
Sebab ketika harapan yang terlalu besar diletakkan pada sesuatu yang tidak abadi, kekecewaan sering kali menjadi hal yang sulit dihindari.
Semua yang ada di dunia ini bisa berubah. Semua yang ada di dunia ini bisa pergi. Hanya Dia yang akan tetap setia untuk tinggal.
Hanya Dia yang selalu mendengar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan. Hanya Dia yang tetap membersamai ketika kita merasa ditinggalkan.
Karena itu, saat hati begitu terasa sesak, menangislah kepada-Nya. Saat langkahmu terasa begitu berat, mintalah pertolongan kepada-Nya.
Meski pertolongan yang kamu harapkan tidak selalu datang secepat yang kamu inginkan, Dia akan tetap memelukmu dengan cara yang berbeda. Lewat ketenangan yang perlahan tumbuh di hatimu, lewat orang-orang yang tiba-tiba hadir menguatkanmu, atau lewat kejadian-kejadian kecil yang membuatmu kembali percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Maka ketika hidup terasa terlalu berat untuk dijalani, andalkanlah Dia. Karena hanya kepada-Nyalah tempatmu kembali.





