Pastor Sebastianus Tere Luwu, Per
–
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius 10:8)
Dalam Injil hari ini, Yesus memandang orang banyak yang mengikuti-Nya. Ia tidak melihat mereka sekadar sebagai kerumunan manusia, melainkan sebagai pribadi-pribadi yang sedang lelah, terluka, dan kehilangan arah hidup. Karena itu hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Belas kasih itulah yang kemudian mendorong-Nya memanggil para murid dan mengutus mereka untuk menghadirkan kasih Allah kepada dunia.
Baca juga: 32 Bandit Kangkangi Presiden dengan Hanya Rp19,8 Triliun Bancakan Program MBG
Yesus berkata, “Tuayan memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Kalimat ini tidak hanya ditujukan kepada dua belas rasul pada masa itu, melainkan juga kepada kita semua pada hari ini. Setiap orang beriman dipanggil menjadi pekerja di ladang Tuhan. Tidak harus menjadi imam, biarawan, atau biarawati. Dalam keluarga, lingkungan kerja, sekolah, kantor, dan masyarakat, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi kasih Allah.
Sering kali manusia berpikir bahwa untuk menemukan Allah, ia harus pergi ke tempat-tempat yang jauh. Ada yang membayangkan bahwa kekudusan hanya dapat ditemukan di tanah suci Yerusalem. Ada yang mencari Tuhan di puncak gunung yang tinggi. Ada pula yang berharap menemukan kedamaian dengan berkelana ke berbagai tempat yang dianggap sakral.
Padahal Yesus hari ini mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah itu dekat. Bahkan sangat dekat. Kerajaan Allah hadir ketika hati manusia terbuka bagi kasih, pengampunan, dan kebenaran. Allah tidak jauh dari kehidupan kita. Ia hadir dalam doa seorang ibu bagi anak-anaknya. Ia hadir dalam kerja keras seorang ayah yang mencari nafkah dengan jujur. Ia hadir dalam senyum yang menghibur orang yang berduka. Ia hadir dalam tangan yang terulur untuk membantu sesama yang sedang menderita.
Baca juga: “Aroma Pisang Goreng di Subuh Hari: Warisan Nilai Joel Lololuan yang Tak Pernah Mati”
Sayangnya, dosa sering membuat kita tidak mampu menyadari kehadiran Allah yang begitu dekat. Dosa membutakan mata rohani kita sehingga kita tidak melihat karya Tuhan dalam hidup sehari-hari. Dosa membuat telinga hati kita menjadi tuli sehingga kita tidak mendengar panggilan-Nya. Bahkan dosa membuat hati kita menjadi keras sehingga kita kehilangan kemampuan untuk merasakan kasih Allah.
Namun kabar sukacita yang kita dengarkan hari ini adalah bahwa Kristus tidak pernah meninggalkan manusia dalam keadaan itu. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Ia tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia datang justru ketika kita lemah. Ia mengasihi kita bahkan ketika kita sering menjauh dari-Nya.
Melalui wafat dan kebangkitan Kristus, jalan menuju keselamatan dibuka kembali. Jika karena Adam manusia jatuh ke dalam dosa, maka melalui Kristus manusia memperoleh kesempatan untuk kembali hidup dalam rahmat Allah. Inilah bukti kasih Allah yang luar biasa. Keselamatan bukan hasil usaha manusia semata, melainkan anugerah yang diberikan dengan cuma-cuma.
Karena itulah Yesus berkata, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Kita telah menerima begitu banyak karunia dari Tuhan: kehidupan, kesehatan, keluarga, kesempatan bekerja, iman, dan pengharapan. Semua itu tidak kita beli. Semuanya adalah pemberian Allah.
Maka sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk membagikan apa yang telah kita terima. Mungkin kita tidak memiliki kekayaan yang berlimpah, tetapi kita dapat memberikan perhatian kepada mereka yang kesepian. Mungkin kita tidak memiliki jabatan yang tinggi, tetapi kita dapat memberikan teladan hidup yang baik. Mungkin kita tidak mampu mengubah dunia, tetapi kita dapat menghadirkan damai dalam keluarga dan lingkungan sekitar kita.
Kekudusan tidak selalu tampak dalam hal-hal besar dan luar biasa. Kekudusan justru sering hadir dalam tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar. Ketika kita mengampuni, ketika kita berbagi, ketika kita menolong tanpa pamrih, ketika kita tetap jujur meskipun tidak mudah, saat itulah Kerajaan Allah sedang bertumbuh dalam hidup kita.
Pada hari ini Tuhan mengajak kita untuk berhenti mencari-Nya terlalu jauh. Bukalah hati, sebab Allah sudah ada di sana. Bersihkan hati dari kebencian, iri hati, dan egoisme, maka damai Allah akan memenuhi hidup kita. Jadilah pekerja-pekerja Tuhan di ladang kehidupan sehari-hari. Bagikanlah karunia yang telah kita terima dengan cuma-cuma kepada sesama.
Semoga melalui hidup kita, orang lain dapat melihat bahwa Allah sungguh hidup dan berkarya di tengah dunia. Dan semoga Kerajaan Allah semakin nyata dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat kita.
Amin.
Editor: Paulus Laratmase





