Minggu, 14 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pdt. Haris Boritnaban: Kenali Tanda Manusia Lama, Hidupilah Manusia Baru

Pilihan Judul
Pdt. Haris Boritnaban: Kenali Tanda Manusia Lama, Hidupilah Manusia Baru
Di Tengah Euforia Piala Dunia, Pdt. Haris Boritnaban Ajak Jemaat Tetap Berpikir Kristus
Pdt. Haris Boritnaban: Pertobatan Adalah Perubahan Total
GBI Milos Saumlaki: Ketika Firman Mengajak Jemaat Menjadi Manusia Baru
Pdt. Haris Boritnaban: Jangan Hidup dengan Pikiran yang Sia-Sia
Menulis
Pdt. Haris Boritnaban: Kenali Tanda Manusia Lama, Hidupilah Manusia Baru
Saumlaki — Sukacita memenuhi ruang ibadah Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, Minggu (14/6/2026). Melalui pujian dan penyembahan yang dipimpin Pelayan Tuhan Ani Boritnaban bersama tim singer dan pemusik, jemaat diajak memasuki hadirat Tuhan dengan hati yang penuh syukur.
Suasana penyembahan yang diiringi alunan keyboard, drum, dan gitar menjadi pembuka ibadah sebelum firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Haris Boritnaban, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat tetap menjaga identitas sebagai pengikut Kristus di tengah perhatian dunia yang sedang tertuju pada perhelatan Piala Dunia 2026.
“Dunia persilatan dihebohkan Piala Dunia. Anak Tuhan boleh menonton bola, tetapi bukan dengan cara hidup orang dunia,” ujarnya.
Mengangkat tema “Orang yang Tidak Mengenal Allah dan Manusia Baru”, Pdt. Haris menyoroti pesan Rasul Paulus dalam Efesus 4:17–19. Menurutnya, salah satu ciri orang yang tidak mengenal Allah adalah memiliki pikiran yang sia-sia, sehingga hidup hanya berorientasi pada kepentingan duniawi tanpa membangun relasi yang benar dengan Tuhan.
Ia menjelaskan bahwa Kota Efesus pada masa itu dikenal sebagai pusat perdagangan, penyembahan berhala, praktik okultisme, dan kemerosotan moral. Dalam konteks itulah Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar tidak lagi hidup seperti mereka yang belum mengenal Allah.
“Pertobatan artinya perubahan cara berpikir. Kita harus mengisi pikiran dengan cara berpikir Kristus.”
Pdt. Haris juga mengingatkan bahwa ketika seseorang menjauh dari Tuhan, pengertiannya menjadi gelap dan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran.
“…hidup dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”
Mengutip Efesus 4:18–19, ia menegaskan bahwa hati yang terus menjauh dari Tuhan akan kehilangan kepekaan rohani sehingga mudah dikuasai hawa nafsu dan berbagai bentuk penyimpangan hidup.
Di hadapan jemaat, Pdt. Haris mengajak setiap orang untuk mengevaluasi kehidupan rohaninya. Menurutnya, gereja adalah ekklesia, yakni persekutuan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang Allah. Karena itu, kehidupan bergereja tidak boleh berhenti pada rutinitas ibadah, melainkan harus menghasilkan perubahan karakter yang nyata.
“Pertobatan bukan hanya berhenti merokok atau tidak lagi mengonsumsi minuman keras, tetapi perubahan total. Milikilah kerendahan hati untuk mau dibentuk oleh kebenaran.”
Ia menambahkan, manusia baru adalah pribadi yang terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus melalui firman Tuhan. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan mematikan segala keinginan duniawi sebagaimana ditegaskan dalam Kolose 3:5.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan persembahan. Mewakili jemaat, Pelayan Tuhan Ani Boritnaban menyampaikan apresiasi atas pelayanan firman yang telah disampaikan.
“Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan.”
Pada kesempatan yang sama, pihak gereja menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaat yang baru pertama kali mengikuti ibadah di GBI Milos Saumlaki serta mengundang mereka untuk kembali bersekutu pada ibadah-ibadah berikutnya. Informasi mengenai ibadah kelompok sel juga diumumkan melalui masing-masing grup WhatsApp.
Ibadah ditutup dengan doa dan berkat oleh Gembala Jemaat GBI Milos Saumlaki, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, S.Th.
Usai ibadah, Panitia Pembangunan Gereja menggelar rapat lanjutan membahas pengembangan usaha produksi batako sebagai salah satu sumber pendanaan pembangunan gereja. Jemaat juga diajak mendukung program tersebut dengan membantu memasarkan hasil produksi kepada masyarakat yang membutuhkan material bangunan.
Suasana penuh keakraban menutup seluruh rangkaian kegiatan. Jemaat saling berjabat tangan, berbagi salam damai, lalu meninggalkan gereja dengan sukacita, membawa pulang pesan firman agar terus hidup sebagai manusia baru yang mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Catatan redaksional: Naskah ini disusun dalam gaya feature berstandar UKW, dengan alur naratif yang mengedepankan suasana ibadah, inti pesan khotbah, serta dampaknya bagi kehidupan jemaat. Kutipan langsung dipertahankan sesuai substansi narasi asli, sementara penyebutan ayat Alkitab digunakan sebagai rujukan isi khotbah, bukan sebagai interpretasi tambahan.

Kategori:
Tags:

Terkini