Minggu, 14 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Jangan Tunggu Sempurna untuk Melayani Sesama

Oleh: joko

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki — Suasana Minggu pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dipenuhi ajakan untuk kembali memaknai panggilan hidup sebagai pelayan bagi sesama. Melalui renungan Injil Matius 9:36–10:8, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengingatkan umat bahwa Tuhan tidak pernah menunggu manusia menjadi sempurna sebelum mengutusnya berkarya.

Dalam refleksinya, Pastor Pius menegaskan bahwa Yesus memilih dua belas murid bukan karena mereka memiliki kehidupan tanpa cela atau kemampuan yang luar biasa. Sebaliknya, mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki kelemahan, keraguan, bahkan masa lalu yang kelam.

Baca juga: Kapolres dan Wakil Bupati Tanimbar Lepas Konvoi Damai Piala Dunia 2026

Namun, mereka memiliki satu kesamaan, yakni hati yang terbuka untuk mendengarkan panggilan Tuhan dan kesediaan menjalankan perutusan-Nya.
“Yesus memanggil 12 murid dan mengutus mereka. Yesus memilih 12 murid bukan karena mereka hebat dan sempurna.

Ada Petrus yang emosional, Thomas yang suka ragu, Matius mantan koruptor, Simon orang Zelot yang radikal, Yudas Iskariot penghianat, dan lainnya. Mereka juga orang berdosa. Namun hati mereka terbuka mendengarkan panggilan Tuhan untuk mengikuti-Nya dan bersedia melakukan perintah-Nya,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Menurutnya, Tuhan memahami setiap keterbatasan manusia. Karena itu, setiap orang yang dipanggil tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan diperlengkapi dengan rahmat dan kuasa untuk melaksanakan pelayanan sesuai kehendak-Nya.

Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Hati yang Tak Bernoda, Jalan Menuju Kedamaian

Pastor Pius mengajak umat untuk tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan menunda berbuat baik. Baginya, setiap orang telah menerima anugerah yang berbeda-beda, baik berupa iman, talenta, pengetahuan, jabatan, harta, maupun kesempatan hidup yang dapat dipersembahkan demi kebaikan bersama.

“Jangan lihat keterbatasan diri dan menunda tindakan kasih. Dirimu telah dianugerahi Tuhan: iman, talenta, harta, jabatan, gelar, dan lain-lain. Jadikan dirimu berkat bagi sesama. Tuhan melengkapi kita dengan berkat-Nya,” pesannya.

Renungan tersebut menjadi pengingat bahwa panggilan untuk melayani bukan hanya milik para rohaniwan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang beriman. Melalui tindakan kasih yang sederhana, kepedulian terhadap sesama, dan kesediaan berbagi, setiap pribadi dapat menjadi bagian dari pewartaan kabar gembira sebagaimana yang diamanatkan Kristus kepada para murid-Nya.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, pesan Pastor Pius Heljanan, MSC, menjadi refleksi bahwa ukuran utama seorang pengikut Kristus bukanlah kesempurnaan pribadi, melainkan keberanian untuk menjawab panggilan Tuhan dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, tetapi mereka yang bersedia dipakai menjadi berkat bagi sesamanya.

Kategori:
Tags:

Terkini