Selasa, 09 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Uji Coba Agronomis Berhasil: Panen Perdana Padi Ladang di Biak Barat Tunjukkan Potensi Ketahanan Pangan Lokal

Panen Perdana Padi Ladang di Biak Barat Tunjukkan Potensi Ketahanan Pangan Lokal

✍️: Yohanis Rumaropen

Baca juga: Revitalisasi PSBS Biak: Legenda Era 80-90an Gelar Diskusi Strategis di Warung Kopi Nirwana, Dorong Kepulangan Yan Mandenas

BIAK NUMFOR – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 6 Juni 2026 — Upaya diversifikasi sektor pertanian di Kabupaten Biak Numfor mulai menunjukkan indikator keberhasilan yang signifikan. Uji coba penanaman padi ladang (upland rice) yang dilaksanakan di Kampung Asaryendi, Distrik Biak Barat, telah menghasilkan panen perdana dengan produktivitas yang dinilai menjanjikan. Keberhasilan ini membuka perspektif baru dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar wilayah Papua.

Panen perdana yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, bersama Ketua DPRK Biak Numfor, Daniel Rumanasen, dan Wakil Ketua, Noak Krey. Kehadiran jajaran eksekutif dan legislatif ini menegaskan komitmen politik (political will) pemerintah daerah dalam mendukung transformasi agraria berbasis potensi lokal.

Baca juga: Update H+7 Ledakan Bom WWII di Biak: 6 Jenazah Ditemukan, 3 Korban Masih Hilang, Area Ring 1 Dinyatakan Steril

Analisis Produktivitas: Konversi Gabah ke Beras Menunjukkan Efisiensi Optimal

Berdasarkan data teknis yang dihimpun di lokasi panen, kelompok tani Faduru berhasil memanen sekitar 34 kilogram gabah kering giling (GKG). Setelah melalui proses penggilingan, diperoleh hasil berupa 15 kilogram beras siap konsumsi.

Rasio konversi ini menunjukkan efisiensi pengolahan yang baik untuk skala uji coba awal. Meskipun volumenya masih bersifat pilot project, kualitas butir beras yang dihasilkan membuktikan bahwa varietas padi yang digunakan adaptif terhadap kondisi agroekosistem Biak Barat, yang selama ini lebih dominan dikenal sebagai penghasil komoditas perkebunan seperti kelapa dan sagu.

Strategi Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Impor Menuju Swasembada Lokal

Dalam sambutannya, Bupati Markus O. Mansnembra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ketekanan para petani. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian kuantitatif, melainkan bukti empiris bahwa Biak Numfor memiliki kapasitas lahan dan sumber daya manusia untuk memproduksi pangan pokok sendiri.

“Kita patut bersyukur karena hasil uji coba ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Biak Numfor. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong pengembangan padi ladang di kampung-kampung, tentunya dengan tetap memperhatikan dan mengembangkan komoditas lokal yang selama ini menjadi unggulan masyarakat,” ujar Bupati.

Langkah ini sejalan dengan prinsip kedaulatan pangan (food sovereignty), di mana masyarakat didorong untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi dasar, sehingga kerentanan terhadap fluktuasi harga dan distribusi logistik dari luar daerah dapat diminimalisir.

Replikasi Model: Target 257 Kampung sebagai Basis Produksi Pangan

Ketua DPRK Biak Numfor, Daniel Rumanasen, yang turut terlibat langsung dalam proses panen, menyatakan dukungan penuh legislasi dan anggaran bagi perluasan program ini. Menurutnya, kesuksesan di Kampung Asaryendi harus dijadikan model percontohan (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah merancang peta jalan (roadmap) untuk mendorong 257 kampung di seluruh distrik agar mengembangkan budidaya padi ladang sesuai dengan karakteristik topografi dan kesuburan tanah masing-masing. Strategi desentralisasi produksi pangan ini diharapkan dapat:

1. Meningkatkan indeks pertanaman dan intensitas produksi pangan lokal.

2. Memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani melalui penyerapan hasil panen oleh pasar lokal.

3. Memperkuat struktur sosial pedesaan melalui pemberdayaan kelompok tani.

Implikasi Jangka Panjang: Menuju Biak Numfor Mandiri Pangan

Keberhasilan panen perdana di Kampung Asaryendi merupakan validasi awal bahwa sektor pertanian pangan di Biak Numfor memiliki viabilitas ekonomi dan ekologis. Dengan sinergi antara dukungan teknis pemerintah, pengawasan legislatif, dan inovasi petani, cita-cita menuju swasembada beras di tingkat kabupaten bukan lagi utopia, melainkan target strategis yang mulai terlihat nyata.

Suara Anak Negeri mencatat bahwa momentum ini harus dijaga keberlanjutannya melalui pendampingan intensif, penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan), serta jaminan harga beli yang stabil agar minat petani tetap terjaga.

Kategori:
Tags:

Terkini